Senjata Pamungkas Apple Lawan Aplikasi Spyware

Logo Apple.
Sumber :
  • Unsplash

VIVA Tekno – Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) Apple berencana merilis "lockdown mode" sebuah fitur pada perangkat komunikasi besutannya dengan menambah lapisan perlindungan tambahan bagi para pengguna yang kerap berpotensi besar mengalami penyadapan atau terkena serangan peretasan oleh aplikasi spyware (aplikasi pengintai).

img_title iPhone 16e Laris Manis tapi Samsung Masih Nomor 1, HP China?

Mode itu disiapkan rilis pada musim gugur yang artinya berkisar di September hingga Desember 2022 dan akan sangat berguna untuk orang- orang yang aktif tampil beda seperti aktivitas HAM hingga politikus dari partai oposisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti dikutip dari situs TechCrunch, Kamis, 7 Juli 2022, mode ini dihadirkan setelah dua perusahaan spyware asal Israel mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak Apple dan akhirnya membobol iPhone- iPhone target tertentu dari jarak jauh.

img_title iPhone 17 Series Masuk Indonesia, Mendag: Jika Syarat Lengkap Kita Proses

Salah satu serangan yang terkenal akibat pembobolan ponsel jarak jauh itu seperti aplikasi Pegasus milik NSO Group yang akhirnya membuat Apple melakukan langkah lebih lanjut di jalur hukum.

AS bahkan telah memasukkan Pegasus sebagai aplikasi yang berbahaya dan masuk ke daftar hitam. "Lockdown mode" akan hadir di iPhone, iPad, hingga Mac memungkinkan pengguna bisa memblokir sebagian besar lampiran yang dikirim ke aplikasi pesan di masing- masing perangkat.

img_title Terjawab Sudah Kapan iPhone 17 Series Dipasarkan di Indonesia

Salah satu hasil penelitian Apple menyebutkan bahwa kasus Pegasus yang membobol keamanan perangkatnya berasal dari penanganan lampiran pesan yang masih lemah. Mode baru juga akan memblokir koneksi kabel ke iPhone saat terkunci berkaca dari perusahaan Israel lainnya, Cellebrite, telah menggunakan cara manual semacam itu untuk mengakses dan meretas iPhone.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apple meyakini serangan siber atau pun peretasan model "zero click" memang belum banyak terjadi, sehingga sebagian besar pengguna perangkatnya tidak perlu mengaktifkan "Lockdown Mode".

Untuk memperkuat fitur baru ini, Apple bersedia membayar hingga US$2 juta (Rp30 miliar) jika ditemukan masalah oleh para peneliti keamanan digital dan teknologi pada perangkatnya yang memakai fitur itu. Besarnya dana itu dinilai sebagai hadiah untuk penemuan "bug" terbesar yang kini bisa ditawarkan industrinya.

Chongqing Tiongkok

Bursa Asia Dibuka Beragam Seiring Investor Kompak Jual Saham Teknologi di Wall Street

Bursa Asia-Pasifik fluktuatif pada pembukaan perdagangan Kamis, 25 September 2025. Gejolak imbas berlanjutnya aksi jual investor melepas saham-saham perusahaan teknologi.

img_title
VIVA.co.id
25 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut