Status Unicorn Percuma, Besok Bisa Saja Mati

Ilustrasi unicorn.
Sumber :
  • www.techcrunch.com

VIVA – Platform marketplace business to business (B2B) Ralali.com berusia enam tahun tahun ini. Pendiri dan Kepala Eksekutif Ralali.com, Joseph Aditya, memandang selama enam tahun berada di industri ini, Indonesia sudah berada di atas negara-negara lain di ASEAN.

img_title Terima Kunjungan Delegasi Swedia, Pertamina Paparkan Strategi Transformasi dan Digitalisasi

"Karena, kan, bisnis modelnya kita terus. Cara kita mengadopsinya pun sudah berkembang jauhlah," katanya di Jakarta, Selasa 30 Juli 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengaku jika dahulu tidak ada pemain besar, berbeda dengan saat ini yang sudah banyak termasuk perusahaan dengan status unicorn.

img_title Pertamina Trans Kontinental Gaungkan SIAP Genjot Kinerja Bisnis

"Saya melihat akan banyak konsolidasi atau pembelian perusahaan lain. Jadi status unicorn itu useless buat saya. Hari ini unicorn, besok bisa saja mati," jelas Aditya.

Lebih lanjut ia mengatakan, di industri business to customer (B2C), pemainnya hanya akan ada 1-2 saja. Konsep dengan pelaku industri sedikit ini sudah ada di beberapa negara lain seperti China dan Amerika Serikat.

img_title 57 Tahun Beroperasi, PTK Perkuat Digitalisasi hingga Green Vessel yang Jadi Masa Depan Industri Maritim

Sama halnya dengan B2B, yang pada akhirnya juga hanya akan ada sedikit pemain. "Tapi, Indonesia masih jauh dari konsep itu. Karena, masih ada dinamika yang terjadi di industri ini," ungkap Aditya.

Unicorn merupakan istilah yang sangat familiar di dunia perusahaan rintisan atau startup. Istilah unicorn digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan privat yang telah mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun.

Istilah unicorn di dunia startup pertama kali diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada 2013. Ia menggunakan istilah unicorn untuk mendefinisikan perusahaan teknologi yang dinilai memiliki ide dan solusi tak biasa dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Valuasi startup merupakan nilai ekonomi dari bisnis yang digeluti suatu perusahaan rintisan. Valuasi biasanya dijadikan acuan untuk mengukur seberapa besar potensi bisnis sebuah perusahaan.

Saat ini, Indonesia baru memiliki empat unicorn, yaitu Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka, yang mana semuanya diklaim milik Singapura berdasarkan riset Google dan Temasek. (ren)

Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti Dharmawan

Penetrasi AI di Industri Medis dan Layanan Kesehatan RI Terus Berkembang Signifikan, Ini Buktinya

Royal Philips meluncurkan Future Health Index 2026 edisi ke-11 untuk wilayah Indonesia, yang mengungkap bahwa AI telah memberikan manfaat nyata bagi industri kesehatan RI

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut