Kinerja Induk Usaha Rumah.com Sedikit Terguncang

Chief Executive Officer and Managing Director PropertyGuru Group, Hari V Krishnan.
Sumber :
  • Dok. PropertyGuru

VIVA Tekno – Kinerja perusahaan rintisan teknologi perumahan (startup proptech) asal Singapura, PropertyGuru, positif meski mengalami sedikit 'guncangan' pada kuartal I 2023.

img_title Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution

Menurut Chief Executive Officer and Managing Director PropertyGuru, Hari V. Krishnan, Singapura dan Malaysia berhasil membuat kinerja induk usaha Rumah.com tersebut stabil di tengah kondisi pasar properti yang menantang di Vietnam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Informasi saja, Vietnam menerapkan kebijakan moneter dalam upayanya mendinginkan aktivitas pasar real estat yang masif.

img_title Unggahan Upin Ipin soal Kabut Asap Ramai Dibahas, Netizen Indonesia Minta Maaf

"Kami berhasil memonetisasi pasar penjualan yang kuat dan juga memanfaatkan kenaikan tarif sewa di Singapura. Untuk Malaysia, kami meraup keuntungan dari produk-produk yang baru diluncurkan dan pelaksanaan lebih lanjut dari strategi merek ganda. Vietnam menjadi tantangan utama karena kebijakan moneternya," ungkap Hari, melalui keterangan resminya, Sabtu, 27 Mei 2023.

Meski begitu, ia tetap optimis memasuki pertengahan tahun ini dalam memberikan solusi properti yang penting dan berbeda kepada para agen dan pelanggan perusahaan, sekaligus kesejahteraan serta peluang jangka panjang.

img_title Malaysia Kecam Upaya Israel Mau Pindahkan Paksa Warga Palestina dari Gaza

PropertyGuru.

Photo :
  • AsiaTechDaily

"Kami percaya bahwa tekanan ini akan mereda pada akhir tahun 2023 hingga awal tahun 2024. Kami terus mengelola operasi kami secara proaktif untuk memaksimalkan kinerja sambil meletakkan dasar untuk memanfaatkan saat pasar real estat Vietnam pulih," tuturnya.

Seperti diketahui, PropertyGuru mengumumkan laporan keuangan kuartal pertamanya yang berakhir pada 31 Maret 2023. Induk usaha Rumah.com ini membukukan kenaikan pendapatan sebesae 16 persen menjadi 33 juta dolar Singapura.

Sementara kerugian bersih tercatat sebesar 10 juta dolar Singapura dengan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) yang disesuaikan adalah positif 0,2 juta dolar Singapura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mengingat ketidakpastian makro, kami terus mengawasi biaya, terutama yang berkaitan dengan pengeluaran diskresioner. EBITDA Disesuaikan kami pada kuartal ini sejalan dengan kuartal pertama tahun 2022 meskipun telah memasukkan seperempat penuh biaya yang terkait dengan menjadi entitas publik," jelas Hari V. Krishnan.

Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Nurdin (kanan)

Pulau Sebatik Berubah Setelah Garis Batas Baru, Pemerintah Bahas Percepatan Kawasan Perbatasan

Penegasan kembali batas wilayah Indonesia-Malaysia bawa perubahan pada wilayah Pulau Sebatik. Berdasar kesepakatan garis batas baru di sisi Malaysia kini bagian Indonesia

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut