Inflasi Melandai, Waktunya Sektor Ini Beraksi

Ilustrasi teknologi di industri properti.
Sumber :
  • @VestaBuyToLet

Jakarta – Rumah.com, anak usaha PropertyGuru yang juga startup proptech asal Singapura, menyambut baik keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75 persen selama 6 bulan terakhir.

img_title BI Laporkan Keyakinan Konsumen ke Ekonomi RI Meningkat di Agustus 2026, Cek Datanya

Kondisi tersebut memunculkan ekspektasi bahwa suku bunga Bank Indonesia telah mencapai puncaknya dan berpotensi mulai dipangkas. Pernyataan ini diungkapkan Country Manager Rumah.com Marine Novita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Situasi ini juga didukung oleh angka inflasi Indonesia yang mulai melandai sehingga diprediksi akan berdampak positif bagi kinerja sektor properti pada semester II-2023," katanya di Jakarta, Senin, 17 Juli 2023.

img_title Inflasi Medis RI 2026 Diproyeksi Capai 17,8 Persen, Premi Asuransi Kesehatan Didorong Harus Lebih Adil

Laju inflasi domestik, menurut dia, tercatat melandai secara tahunan (yoy) pada Juni 2023, di mana inflasi yang rendah biasanya akan mendorong tingkat suku bunga mengalami penurunan sehingga dapat berimbas positif terhadap industri properti di Tanah Air.

Country Manager Rumah.com Marine Novita.

Photo :
  • Dokumentasi Rumah.com.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas

 

Melandainya inflasi bisa menjadi sentimen positif untuk sektor properti karena turunnya inflasi akan membuat daya beli masyarakat meningkat, sehingga penjualan rumah berpotensi naik. Apalagi seiring dengan adanya sentimen positif di industri properti nasional pada kuartal I 2023.

Sementara itu, stagnasi pasar properti semakin terasa di wilayah DKI Jakarta pada kuartal pertama tahun ini. Terutama jika membandingkan indikator-indikator seperti harga, suplai, dan permintaan dengan wilayah-wilayah lain di Jabodetabek pada semua jenis properti hunian.

Di saat harga hunian di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) mengalami kenaikan rata-rata 2,6 persen secara kuartalan dan 11,8 persen secara tahunan pada kuartal kedua tahun ini, rata-rata kenaikan harga di lima wilayah Jakarta tercatat hanya 0,2 persen secara kuartalan dan 3,2 persen secara tahunan.

Rumah.com Indonesia Property Market Report Q2 2023 menunjukkan data jika tren pasar properti DKI Jakarta adalah 82 persen permintaan hunian masih didominasi tipe rumah tapak, di mana 36 persen dari total permintaan terhadap hunian berasal dari wilayah Jakarta Selatan.

Ilustrasi grafik inflasi Indonesia

Photo :
  • vstory

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan median harga tertinggi (meter persegi) tercatat sebesar Rp31.250.000 di area Jakarta Utara, serta median harga terendah (meter persegi) sebesar Rp18.000.000 untuk wilayah Jakarta Timur.

Tingginya permintaan terhadap hunian di area Jakarta Selatan dan bagian selatan Jakarta pada umumnya merupakan hal yang wajar. Tidak seperti kawasan-kawasan lain di DKI Jakarta yang dekat atau dilintasi jalur aktivitas industri, area Jakarta Selatan diapit langsung oleh kawasan bisnis dan komersial serta kawasan hunian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut