Menumbuhkan Ekosistem Digital Lewat Teknologi Blockchain

Ilustrasi teknologi blockchain.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA Tekno – Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia masih cukup rendah.

img_title Indodax Catat Nilai Transaksi Aset Kripto Agustus 2026 Capai Rp 8,7 Triliun

Dipaparkan juga literasi keuangan masyarakat Indonesia belum mencapai tahap maksimal, terlebih pada sektor jasa keuangan fintech.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demi mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat Indonesia, dibutuhkan komitmen dari para pelaku usaha di bidang ini untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai investasi, aset kripto, dan teknologi blockchain kepada masyarakat.

img_title Investor Kripto Diingatkan Tetap Perhatikan Dinamika Pasar Meski Bitcoin Kinclong Tmbus US$80.000

Dalam hal ini, pemerintah memiliki peran dalam menumbuhkan ekosistem digital di Indonesia.

Vice President of Operations Upbit Indonesia Resna Raniadi menuturkan beberapa langkah strategis yang telah ditempuh di antaranya dengan melakukan pengendalian aset digital yang dilakukan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti Kemendag).

img_title Sinar Mas Dukung Garuda Spark, Ekosistem Digital Indonesia Didorong Tembus Pasar Global

Selain itu juga pembentukan bursa berjangka komoditi kripto, bursa kliring, dan depository oleh pemerintah yang diharapkan dapat memberi perlindungan terhadap masyarakat.

Ia mencontohkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang memfasilitasi berbagai kemudahan bagi para pembuat konten (content creator) mendapatkan nilai lebih untuk produknya.

Kemudian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membangun pemerataan infrastruktur digital di seluruh Indonesia dengan uji coba 5G dan optimasi 4G serta satelit di daerah tertinggal guna memastikan pemahaman literasi digital masyarakat merata.

"Kami juga akan terus meningkatkan kinerja platform dan juga sistem sehingga dapat mengimbangi permintaan pasar yang saat ini terus bertumbuh," kata Resna, dalam keterangan resminya, Jumat, 1 September 2023.

Sebagai informasi, Coinfest Asia 2023 yang diadakan pada 24-25 Agustus 2023 di Ungasan, Bali berlangsung sukses. Festival tahunan terbesar di Asia itu membahas tentang kripto, web3, dan blockchain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami berharap Coinfest dapat menjadi wadah bagi para pelaku industri blockchain, web3, dan kripto untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman. Baik dari sisi bisnis, investasi, adaptasi, hingga regulasi," ungkap Resna.

Ilustrasi Investasi Jangka Panjang

5 Aplikasi Investasi Saham Amerika untuk Investor Indonesia yang Praktis

Salah satu pilihan yang menarik adalah Pintu, karena platform ini menyediakan fitur tokenized stocks yang memungkinkan pengguna mendapatkan eksposur terhadap saham.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut