Startup Ini Bikin Panen Tomat di Cipanas Melonjak

Panen tomat
Sumber :
  • ANTARA/ Aloysius Jarot Nugroho

VIVA.co.id – Salah satu perusahaan rintisan hasil karya anak bangsa, startup bidang sensor medium tanaman, diklaim telah berhasil menaikkan jumlah panen petani tomat di Cipanas. Startup ini merupakan hasil binaan Indigo Creative Nation (ICN) bentukan Tellkom.

img_title Kisah Anak Bill Gates Ikuti Jejak Sang Ayah, Bikin Startup Baru yang Raup Rp132 Miliar Hanya dalam 3 Minggu

CEO Habibi Garden, Dian Prayogi Susanto menjelaskan, aplikasinya bisa bekerja dengan maksimal karena telah menancapkan sejumlah sensor water proof ke dalam medium tanah. Sensor ini bisa mendeteksi kondisi tanah, kelembaban, tingkat air, hingga serapan pupuk pada sebuah tanaman. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat ini, sudah diujicobakan pada lima petani tomat di Cipanas, Jawa Barat, yang memungkinkan petani lebih akurat dan terukur dalam pengelolaan agrikultur sehingga hasil lebih memadai," kata Dian, di Jakarta, Selasa, 22 November 2016.

img_title Temui Petinggi Holdings, Airlangga Dorong Temasek Tambah Investasi di RI

Dian mengklaim, setelah temuannya digunakan, mengacu hasil di lahan tersebut, rata-rata petani tomat Cipanas memperoleh lonjakan hasil panen, dari biasanya 6.000 kg per lahan naik menjadi 7.000 kg per lahan. 

Dari pencapaian tersebut, tidak heran jika startup ini terpilih dari total 13 startup program ICN Batch II. Habibi Garden terpilih sebagai peserta kriteria customer validation dengan suntikan modal Rp10 juta, dan jika lolos tahap berikutnya, Indigo akan menambah lagi suntikannya menjadi Rp120 juta.

img_title Jadi Beckhoff Solution Provider, PT AUTO Tawarkan Transformasi Otomasi Industri di RI

Awalnya, Dian berkisah, aplikasi temuannya itu berniat untuk dijual ke petani. Namun dengan luas 2.000 meter dibutuhkan biaya instalasi sampai Rp20 juta. Jadilah mereka menerapkan bagi hasil. Artinya, petani dan Habibie Garden secara keseluruhan akan mengalami proses break event point (BEP) dalam setahun. Petani pun diuntungkan karena tak perlu biaya investasi namun hasil panen akan lebih melimpah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baru-baru ini, startup bidang sensor medium tanaman ini berkesempatan mempresentasikan produknya di depan Menteri Luar Negeri Jerman, Frank Walter Steinmeier.  Kesempatan langka tersebut diperolehnya dalam ajang "Falling Walls 2016: Young Innovator of The Year" yang diselenggarkan firma konsultan dunia AT Kearney di Berlin, Jerman, 9 November 2016 lalu. 

Menurut Dian, dalam helatan itu, peralatan dan layanan berbasis Internet of Things (IoT) untuk hasil panen pertanian lebih baik itu cukup memperoleh atensi baik dari audiens seluruh dunia termasuk Menlu Jerman. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut