Easypay Targetkan 1.000 Mesin Pembayar di Jabodetabek

Easypay Indonesia.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Lazuardhi Utama Rifki

VIVA.co.id – Perusahaan solusi pembayaran digital, Easypay Indonesia, menargetkan akan memasang seribu mesin pembayar (self service kiosk) di seluruh Jabodetabek hingga akhir 2017.

img_title Industri E-Commerce Indonesia: Antara Inovasi, Efisiensi dan Regulasi yang Mendukung

Menurut CEO Easypay Indonesia, Andrey Bardyshev, saat ini pihaknya telah menyediakan 386 mesin pembayar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jumlah itu terhitung sejak kami hadir di Jakarta pada pertengahan tahun 2016 hingga bulan Agustus 2017. Sebelumnya kami sudah hadir di Bali sejak tahun 2013," kata Andrey di Jakarta, Jumat 8 September 2017.

img_title Berkah Ramadan, Produk UMKM di E-Commerce dan Pengiriman Melonjak Tajam

Ia melanjutkan bahwa dengan mesin pembayaran yang disediakan Easypay, maka semua orang bisa melakukan banyak transaksi mulai dari membeli tiket/pulsa, bayar listrik, PAM, BPJS Kesehatan, hingga e-money top-up.

Andrey juga menjelaskan, pihaknya memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk membayar atau membeli berbagai produk dan layanan online tanpa perlu menggunakan kartu kredit maupun tidak perlu memiliki rekening bank untuk bertransaksi.

img_title E-Commerce Ini Perkuat Komitmen Dukung UMKM dan Brand Lokal dengan Inovasi Teknologi dan Logistik Terpadu

Sedikit informasi, self service kiosk merupakan mesin setoran tunai bank tanpa harus memiliki rekening. Teknologi ini sudah berkembang terlebih dahulu di berbagai negara, seperti Rusia dan Eropa.

Easypay Indonesia sendiri menggelontorkan dana sebesar US$17 juta (Rp221 miliar) untuk melebarkan ekspansi ke seluruh Indonesia, yang dimulai dari Jabodetabek.

Andrey juga menyebutkan bahwa dirinya menargetkan empat ribu mesin pembayar tersebsar di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, setelah memasang seribu mesi pembayar di Jabodetabek, Andrey mengaku akan membidik kota-kota besar di Jawa, seperti Bandung dan Surabaya.

"Itu (kota besar seperti Bandung dan Surabaya) next project. Kita juga akan berekspansi di beberapa negara Asia Tenggara, di antaranya Singapura dan Vietnam," tuturnya. (ren)

cuci mata versi digital - meninggalkan keranjang belanja tanpa membeli

Perilaku Konsumen Era Digital: Keranjang Penuh, Tapi Dompet Selamat

Media sosial pemicu belanja impulsif, tapi banyak konsumen hanya mengisi keranjang tanpa checkout karena sadar perbedaan keinginan dan kebutuhan.

img_title
VIVA.co.id
17 April 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut