Teknologi Virtual Reality Bisa Tingkatkan Daya Ingat

Teknologi virtual reality.
Sumber :
  • Iberdrola

VIVA – Pandemi COVID-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi. Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang biasanya dilakukan tatap muka, kini berganti menjadi daring atau online.

img_title Saatnya Magang Mahasiswa Naik Kelas

Satu sisi, banyak ketidaksiapan terjadi, karena dalam waktu yang singkat para pendidik harus menyesuaikan diri dengan teknologi yang tersedia, sehingga menguras banyak energi mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Gara-gara Donald Trump, Perusahaan Teknologi AS Teriak ke Joe Biden

img_title Kampus Merdeka: Inovasi Pendidikan yang Melahirkan Generasi Siap Bersaing

Namun, sisi lain, peserta didik juga mengalami kebosanan karena metode pembelajaran online yang kurang efektif dan memakan banyak kuota internet. Mereka menginginkan metode baru yang dapat memberikan kesenangan belajar dan dapat dibalut dengan teknologi.

Salah satu solusi bagi tenaga pendidik dan peserta didik adalah dengan menggunakan teknologi realitas virtual (virtual reality/VR) sebagai media pembelajaran.

img_title Transformasi Kampus Merdeka: Membangun Kampus Bebas Kekerasan Seksual

Kebutuhan pendidikan akan teknologi virtual reality ini pun diaminkan oleh laporan dari World Economic Forum yang diterbitkan pada Oktober 2020. Laporan ini menyebutkan bahwa penyerapan teknologi VR dalam dunia pendidikan mencapai 70 persen hingga 2025.

Virtual reality diklaim terbukti mampu meningkatkan pencapaian siswa dalam hal pemahaman materi, peningkatan emosi positif hingga kemampuan berfikir kritis. Pembuktian ini telah dilakukan di banyak negara dalam bentuk penelitian ilmiah universitas maupun penelitian independen.

Senada dengan laporan itu, LenteraEdu yang diinisiasi oleh Putera Sampoerna Foundation, meyakini bahwa teknologi virtual reality dapat menjadi solusi bagi penyesuaian KBM di masa pandemi COVID-19, sekaligus sebagai gerbang untuk menyatukan teknologi yang bersahabat bagi tenaga dan peserta didik secara bersamaan.

Tahun ini, LenteraEdu menginisiasi program VR Ambassador untuk mencetak tenaga pendidik yang dapat menjadi pionir-pionir teknologi imersif dalam dunia pendidikan Indonesia. Dalam program ini, LenteraEdu menggandeng Millealab yang merupakan satu-satunya produk virtual reality berbasis all-in-one platform cloud karya anak bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Managing Director Millealab, Andes Rizky, mengaku sebelumnya telah melakukan uji coba di 10 provinsi dengan bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang direkomendasikan jaringan Ikatan Guru Indonesia.

"Uji coba yang melibatkan 1.800 peserta didik dari jenjang dasar dan menengah ini memberikan hasil yang sangat positif. Dari data uji coba yang dilakukan, penggunaan VR dapat meningkatkan emosi positif siswa hingga 90 persen," katanya, Senin, 1 Februari 2021.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut