Mengenal Pasukan Hantu Jerman
- DW
Keamanan siber saat ini memang mendapat prioritas tinggi. Karena dengan biaya relatif kecil, para penyerang siber bisa melakukan serangan dan menyebabkan kerusakan besar, misalnya melumpuhkan jaringan pemasok listrik atau air, menganggu sistem pengamanan penerbangan atau pengaturan lalu lintas.
Partai-partai politik yang bergabung membentuk koalisi pemerintahan selama perundingan koalisi membahas ancaman ini dan menyimpulkan, "Bundeswehr harus diberi kapasitas untuk bisa menjadi aktor keamanan yang tangguh di dunia siber dan informasi, juga lewat kerja sama dengan berbagai institusi negara dan swasta."
Perang di Ukraina sangat jelas menunjukkan pentingnya keamanan siber dan mempercepat pengembangan sistem pertahanan. Serangan siber dari Rusia adalah ancaman yang makin nyata. Dalam beberapa tahun ke depan, Bundeswehr menganggarkan 20 miliar Euro (Rp311 triliun) untuk agenda Digitalisasi dan Kapasitas Memimpin.
Pasukan khusus atau Spetsnaz Rusia.
- Military Watch Magazine
Ada daftar panjang tentang kebutuhan mendesak dalam pengadaan barang, antara lain sistem komunikasi digital, sistem sandi digital, sistem informasi berbasis satelit, Battle-Management-Systems, dan integrasi pusat-pusat data militer.
Jika dibandingkan dengan sistem persenjataan konvensional, anggaran yang dibutuhkan Komando Ruang Cyber untuk 'pasukan hantu' bekerja bisa disebut kecil. "Kita tidak perlu kendaraan lapis baja dengan bobot 60 ton," kata anggota ZCO yang tidak ingin disebut namanya.
Namun, ia melanjutkan, justru itulah ancaman besarnya. Seorang penyerang siber tidak perlu peralatan mahal untuk melakukan serangan mematikan. Dengan satu laptop saja mereka misalnya bisa melumpuhkan sebuah rumah sakit.
Tidak mudah bagi Bundeswehr merekrut para spesialis komputer untuk dinas militer. Karena itu, Menteri Pertahanan Christine Lammbrecht tidak akan lelah menegaskan bahwa Bundeswehr tidak saja menyediakan lapangan kerja yang baik, tetapi akan menjadi majikan yang baik juga.
Selain bayaran yang layak, Bundeswehr menjanjikan jenjang karier yang jelas, pendidikan lanjutan, dan jaminan sosial yang tinggi. Bekerja di unit pertahanan siber militer juga punya daya tarik tersendiri bagi banyak penggila komputer usia muda.
Seorang serdadu di Rheinbach, ketika ditanya apa motivasinya bergabung di sini, ia menjawab begini. "Di sini saya bisa melakukan banyak hal dalam penugasan negara, yang di luar sana biasanya membuat saya berurusan dengan polisi," katanya.