Black Hornet, Mungil tapi Mematikan

UAV Black Hornet.
Sumber :
  • FLIR

Peluncurannya butuh persiapan 30-120 detik sebelum terbang bak helikopter. Nano-UAV ini bisa dioperasikan dalam beberapa moda terbang, termasuk auto dan manual, terbang pakai peta rute atau pun berdasarkan kendali manual pengguna, lost link, dan terbang pulang otomatis.

img_title Vonis 2 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Dipangkas, Ada yang Jadi 2 Tahun dan Tak Jadi Dipecat

Sensor dan sistem navigasi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

UAV Black Hornet 3 memiliki dua kamera elektro-optik (EO) dan sebuah fused thermal LED light night imager. Itu memungkinkan tentaranya merekam video langsung dan memotret untuk memperluas jangkauan visualnya.

img_title Soal Prajurit AL di Ajang Miss Transpuan Bangkok, TNI Siap Evaluasi Jika Terbukti Salah

Untuk kebutuhan navigasinya, Black Hornet dilayani oleh global navigation satellite system (GNSS). Perangkat bisa di-upgrade menjadi navigasi berbasis visi untuk operasi dalam ruangan yang tak bsa mengandalkan GPS.

UAV mini tersebut juga menawarkan tautan data terenkripsi dengan jarak radio 2 kilometer.

img_title Heboh! Prajurit Berseragam Dinas Hadir di Miss Transpuan Bangkok, Begini Kata Mabes TNI

Baterai dan performa

UAV Black Hornet.

Photo :
  • Army Technology

Black Hornet dikendalikan melalui ground control station (GCS), yang termasuk di dalamnya sebuah base station, controller, dan display module. Base station dapat mengkomodasi dua UAV Black Hornet 3.

Nano-UAV Black Hornet dilengkapi dengan baterai yang bisa dilepas-ganti, yang menyuplai tenaga ke baling-baling utama dan dua rotor di bagian ekor.

Kemampuan terbang dengan kecepatan maksimum sekitar 21,49 km per jam dan menawarkan kemampuan terbang selama 25 menit dengan jangkauan dua kilometer.

Lantas, apakah TNI Angkatan Darat punya UAV mungil namun mematikan ini? Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membeberkannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"TNI juga sudah punya semua peralatan ini,” kata dia, mengomentari kelengkapan peralatan tempur Angkatan Darat Amerika Serikat itu. Menurutnya, Black Hornet seharga Rp 250 juta per unit telah memperkuat TNI sejak 2021.

VIVA Militer: Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana

Begini Kabar Terbaru Nasib 4 Prajurit TNI Senior yang Diduga Aniaya Serda Ahmad Hingga Tewas

Empat prajurit senior yang diduga terlibat penganiayaan yang menewaskan Serda Ahmad Muzammil Fari kini telah ditahan di Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspom AU).

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut