Mengapa Luar Angkasa Terlihat Gelap?

Gambar luar angkasa yang diambil Teleskop Antariksa Milik James Webb (JWST)
Sumber :
  • penisslayer24

VIVA Tekno – Jika kamu melihat ke atas langit saat malam hari, mungkin ruang angkasa terlihat sangat gelap dan hanya terlihat ada bintang terang dan planet.

img_title Komandan Kopassus, Marinir dan Kopasgat Dipimpin Bintang Tiga, Jadi Panglima Korps

Pernahkah kamu bertanya, mengapa luar angkasa terlihat gelap saat malam hari? Padahal banyak bintang-bintang meneranginya. Anehnya, jawabannya tidak ada hubungannya dengan kurangnya cahaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lingkaran hantu di luar angkasa.

Photo :
  • space.com

img_title Ilmuwan Temukan Fakta Mengejutkan: Alam Semesta bisa Meledak Kapan Saja

Dikutip dari Live Science, seorang mahasiswa pascasarjana astronomi dan astrofisika di Universitas California, Santa Cruz (UCSC), Tenley Hutchinson-Smith mengatakan kontradiksi ini, yang dikenal di kalangan fisika dan astronomi sebagai paradoks Olbers, dapat dijelaskan dengan teori perluasan ruang-waktu gagasan bahwa alam semesta mengembang lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

“Karena alam semesta kita mengembang lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Cahaya dari jauh galaksi mungkin meregang dan berubah menjadi gelombang inframerah, gelombang mikro, dan gelombang radio, yang tidak dapat dideteksi oleh mata manusia. Dan karena tidak terdeteksi, mereka tampak gelap (hitam) jika dilihat dengan mata telanjang,” ujarnya.

Miranda Apfel, yang juga mahasiswa pascasarjana astronomi dan astrofisika di UCSC, sependapat dengan Hutchinson-Smith. 

img_title Bukan Sihir! Inilah Alat Mata-mata Paling Gila: Bisa Baca Huruf Kecil dari Jarak 1,3 Km

“Bintang mengeluarkan cahaya dalam semua warna, bahkan warna yang tidak terlihat oleh mata manusia, seperti ultraviolet atau inframerah. Jika kita bisa melihat gelombang mikro, seluruh ruang akan bersinar,” ujar Apfel.

Bumi dan luar angkasa.

Photo :
  • nasa

Kata dia, hal ini karena latar belakang gelombang mikro kosmik – energi cahaya dari Big Bang yang dihamburkan oleh proton dan elektron yang ada pada awal alam semesta masih memenuhi seluruh ruang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alasan lain mengapa ruang antarbintang dan antarplanet tampak gelap adalah karena ruang angkasa merupakan ruang hampa yang hampir sempurna. 

Ingatlah bahwa langit bumi berwarna biru karena molekul-molekul yang membentuk atmosfer, termasuk nitrogen dan oksigen, menyebarkan banyak komponen cahaya tampak dengan panjang gelombang biru dan ungu dari matahari ke segala arah, termasuk ke arah mata kita. 

Namun, jika tidak ada materi, cahaya merambat lurus dari sumbernya ke penerima. Karena ruang angkasa merupakan ruang hampa yang hampir sempurna artinya hanya terdapat sedikit sekali partikel - hampir tidak ada apa pun di ruang angkasa antara bintang dan planet yang dapat menyebarkan cahaya ke mata kita. Dan tanpa adanya cahaya yang mencapai mata, mereka melihat warna hitam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut