8-11-1895: Sinar-X atau Rontgen Ditemukan

Wilhelm Conrad Röntgen
Sumber :
  • www.nobelprize.org

VIVA.co.id – Pada masa modern saat ini, publik sudah jamak mengetahui Sinar-X, atau dikenal dengan Rontgen. 

img_title 25-1-2004: Robot Pencari Air Mendarat di Planet Mars

Sinar-X kini telah terasa sekali manfaatnya dalam bidang kedokteran. Dengan bantuan Sinar-X, dokter bisa mengetahui apa yang ada di dalam tubuh manusia dan mendiagnosa pasien. Sementara bagi pasien, Sinar-X bisa memahami apa yang terjadi pada tubuhnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari Todayinsci, Kamis 7 November 2016, Sinar-X ditemukan 121 tahun lalu oleh Wilhelm Conrad Rontgen pada 8 November 1895. Pada tanggal itu, fisikawan Jerman itu menemukan bentuk radiasi penetrasi tinggi yang belakangan dikenal dengan Sinar X. 

img_title 20-1-1998: Kloning Sapi 'Pabrik Obat' Berhasil

Peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Mukhlis Akhadi dalam sebuah tulisannya tentang napak tilas kelahiran Sinar X menjelaskan, momen temuan Sinar X itu tak lepas dari penelitian sinar katoda, yang timbul karena adanya lecutan listrik melalui gas di dalam tabung bertekanan rendah. 

Akhadi menuliskan, pada 8 November 121 tahun lalu, Rontgen saat itu sedang bekerja dengan tabung Crookes di laboratoriumnya di Universitas Wurzburg, Jerman. 

img_title 17-1-1997: Penemu Pluto Wafat, Abunya Dikirim ke Antariksa

Saat Rontgen menyalakan sumber listrik tabung untuk penelitian sinar katoda, ia menemukan ada sejenis cahaya berpendar pada layar yang terbuat dari batrium platinosianida. Jika sumber listrik dipadamkan maka cahaya pendar pun hilang. 

Rontgen segera menyadari bahwa sejenis sinar yang tidak kelihatan telah muncul dari dalam tabung sinar katoda. Karena sebelumnya tidak pernah dikenal maka sinar ini diberi nama Sinar-X. Untuk menghargai jasanya, sinar itu dinamakan juga sinar Rontgen.

Menariknya, begitu menemukan Sinar-X, Rontgen ingin menjalankan percobaan lainnya dengan menjadikan istrinya, Anna Bertha Ludwig, sebagai objek percobaan. 

Dengan memasang film fotografi di dalam kaset dan menempatkan tangan istrinya di antara kaset dan tabung sinar katoda, pada film itu akhirnya tercetak ruas-ruas tulang telapak tangan istrinya yang memakai cincin. 

Usai beberapa percobaan dilakukan, pada 28 Oktober 1895, Rontgen menyampaikan karya tulis ilmiahnya tentang temuan Sinar-X pada perkumpulan kedokteran di Wurzburg.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tampilan Foto Sinar-X

Todayinsci menuliskan, atas temuan dan kontribusinya dalam penelitian itu, Rontgen mendapatkan Nobel Fisika pertama pada 1901. Dia mendapatkan nobel sebagai pengakuan dunia ilmu pengetahuan atas pelayanan luar biasa dan temuan sinar tersebut. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut