Teknopedia: Mengenal Image Stabilization Kamera Mirrorless

Memotret smartphone di pameran Consumer Electronics Show di Kota Las Vegas, AS, beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • REUTERS/Rick Wilking

VIVA.co.id – Kamera mirrorless dianggap sebagai perangkat wajib bagi para travel blogger. Selain bentuknya ringkas karena sebesar kamera saku, ketangguhannya sama dengan kamera Digital Single Lense Reflex (DSLR).

img_title Fotografer Profesional Harus Coba Kamera Anyar Buatan Fujifilm

Selain sensor yang digunakan untuk menentukan kualitas hasil foto, pembeli biasanya memperhatikan lensa kamera yang beragam pada kamera mirrorless, termasuk fitur image stabilization (IS).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehebat dan semahal apa pun lensa, saat kamera mengalami goncangan (shake) maka hasil foto akan berkurang ketajamannya. Teknologi image stabilization dibuat untuk mengkompensasi goyangan atas kamera saat memotret supaya hasil foto setajam pemandangan aslinya.

img_title Berkah Digitalisasi untuk Content Creator dan Filmmaker

Secara garis besar, fungsi IS berguna untuk mendapatkan hasil gambar yang stabil dan tajam ketika memotret dengan kondisi low light (yang membutuhkan slow speed) atau saat kondisi kamera terguncang ketika dalam mode video recording. 

Pada umumnya IS ada 2 jenis yaitu yang terdapat pada lensa (lens-based) dan pada body kamera (body-based). IS pada lensa menggunakan sebuah elemen optic tambahan yang terbatas hanya bekerja pada 2-axis saja, yaitu pada sumbu x dan y. Biasanya, mereka menyematkan IS pada body kamera 3 axis, lensa 2 axis.

img_title Kamera Mirrorless untuk Content Creator hingga Videografer, Bisa Live Streaming

Dilansir dari Digital Photo Secrets, IS sangat penting digunakan saat situasi kurang cahaya untuk mendapatkan kecepatan pemotretan yang mumpuni. Juga sangat berguna jika pengguna tidak suka membawa tripod, memudahkan memotret sunset, sunrise dan di dalam ruangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun kini teknologi IS semakin berkembang. Salah satunya dipelopori oleh Olympus yang membenamkan IS pada body kamera dengan 5 axis. Dengan menyatukan IS pada body kamera maka hasilnya lebih optimal. Menggunakan lensa tanpa teknologi IS pun, dijamin hasilnya tetap stabil.

Salah satu teknologi IS 5-axis ini diterapkan di kamera mirrorless Olympus OMD E-M10 Mark II. Kabarnya, Teknologi 5 Axis yang terdapat pada body kamera Olympus OMD E-M10 Mark II bekerja dengan cara menggerakkan image sensor sesuai arah gerakan pada sumbu x dan y, gerakan pitch (seperti gerakan mengangguk), yaw (seperti gerakan menggeleng) dan rolling (seperti gerakan lensa memutar).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut