Cerai dalam Sains, Ada 6 Penyebabnya
- pixabay/Kadie
"Ini mungkin berkaitan dengan fakta bahwa pencapaian pendidikan yang lebih rendah memprediksi pendapatan yang lebih rendah," kata psikolog Eli Finkel.
Merendahkan pasangan
Menunjukkan penghinaan terhadap pasangan menurut John Gottman, seorang psikolog di University of Washington, Amerika Serikat bisa menjadi 'penunggang kuda' menuju perceraian.Â
Misalnya, merendahkan karakter pasangan, meninggalkan pasangan dalam situasi sulit.
Terlalu demam pengantin baru
Memang dalam pernikahan, rasa kasih sayang diperlukan, tapi cinta yang berlebihan pun dianggap tak sehat
.Â
Penelitian psikolog Ted Huston dan timnya yang memeriksa perkembangan 168 pasangan selama 13 tahun menemukan, pasangan yang mengumbar rasa sayang sejak sebelum menikah biasanya rumah tangganya tidak awet.Â
Studi tim tersebut yang dipublikasikan dalam jurnal Interpersonal Relations and Group Processes menunjukkan ada yang unik dengan pasangan yang bercerai. Studi menemukan pasangan telah cerai 7 tahun atau lebih sembrono dalam menunjukkan kasih sayang sepertiga lebih dari rasa sayang pasangan yang menikah bahagia.
"Percaya atau tidak, perkawinan yang dimulai dengan sedikit 'roman Hollywood' biasanya memiliki masa depan yang lebih menjanjikan," demikian kesimpulan studi yang diunggah di laman Psycology Today.
Menghadapi konflik dengan diam
Sebuah studi pada 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Marriage and Family menemukan, kecenderungan menyelesaikan konflik dengan diam pertanda bahtera rumah tangga Anda tidak bahagia.Â
Misalnya, ketika terjadi suatu masalah, Â satu pasangan menekan dan yang lainnya hanya menerima dengan diam. Â
"Pasangan butuh melihat bagaimana Anda berkontribusi terhadap suatu masalah. Dengan saling menghargai," kata pemimpin studi Paul Schrodt, yang berasal dari Universitas Texas Christian, Amerika Serikat.