5 Cara Menghilangkan Sakit Gigi dari Rumah

ilustrasi sakit gigi.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Cara menghilangkan sakit gigi yang paling ampuh adalah langsung ke dokter gigi. Namun, tidak semua orang bisa langsung membuat janji dan datang saat itu juga untuk memeriksakan giginya. Berbagai alasan, bisa karena sakit gigi muncul tengah malam, sedang berada di daerah terpencil, hingga tak ada dokter terdekat yang buka. 

img_title 7,2 Persen Dokter Punya Masalah Kesehatan Jiwa, Wamenkes Dante: Jangan Langsung Hubungkan dengan Bullying

Sakit gigi menjadi salah satu masalah kesehatan yang sangat menganggu. Maka dari itu ingin rasanya cepat cepat menyembuhkan gigi yang sakit tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai bentuk urgensi, berikut cara menghilangkan sakit gigi yang bisa dilakukan sendiri di rumah : 

img_title Kemenkes Ungkap 7,2 Persen Dokter Punya Masalah Kesehatan Jiwa

a. Minum obat pereda nyeri 

Ilustrasi paracetamol.

Photo :
  • Pixabay

img_title Mirjawal Nyatakan Siap Maju sebagai Ketum PB PDHI, Bawa Misi Besar untuk Masyarakat

Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran atau apotek bisa menjadi salah satu cara to the rescue. Misalnya seperti paracetamol, ibuprofen atau naproxen. 

Hal ini terbukti ampuh dan bisa mengurangi sakit gigi yang menganggu. Harus selalu diingat untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran kemasan atau apoteker. 

Namun, mengonsumsi obat pereda nyeri akan "berlaku" untuk sakit gigi dengan tingkat rendah dan sedang. Jika sakit gigi sangat parah dan tak tertahankan, segera ke UGD atau IGD. 

b. Kumur air garam 

Garam untuk Sembelit

Photo :
  • U-Report

Cara kedua adalah dengan berkumur air garam. Cara ini sudah dilakukan sejak jaman dahulu, dan menjadi "garda depan" untuk cara menghilangkan sakit gigi. 

Caranya, campurkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, kumur - kumur dengan larutan air garam tersebut, ulangi beberapa kali sesuai kebutuhan. 

Berkumur air garam memiliki fungsi sebagai antibakteri alami yang dapat meredakan peradangan. Berkumur dengan air garam juga dapat membersikan gigi dan gusi dari kotoran dan sisa partikel makanan yang menempel. 

c. Kumur dengan Hidrogen Peroksida

Berkumur

Photo :
  • Times of India

Salah satu penyebab sakit gigi bisa jadi karena periodontitis, yaitu infeksi gusi serius yang pada umumnya terjadi akibat kebersihan mulut yang buruk. Penyakit ini dapat menyebabkan masalah seperti sakit gigi, gusi berdarah, dan gigi yang lepas dari rongganya.

Menurut penelitian, berkumur dengan hidrogen peroksida bisa membantu meringankan gejala leriodontitis serta mengurangi plak gigi. 

Cara menggunakannya adalah campurkan hidrogen peroksida dengan air dalam jumlah yang sama. Namun harus diingat obat ini tidak cocok untuk anak -  anak. Hidrogen perioksida dapat dibeli di toko atau apotek. 

d. Menggunakan salep

Sakit gigi.

Photo :
  • Times of India

Beberapa salep obat diyakini dapat menjadi cara menghilangkan sakit gigi. 

Gel dan salep yang mengandung bahan-bahan seperti benzokain dapat membuat area tersebut tidak terasa sakit lagi. Namun, jangan gunakan benzokain untuk anak kecil, karena kandungannya tidak diperuntukkan untuk digunakan ke anak kecil. 

e. Posisi kepala lebih tinggi. 

Tidur

Photo :
  • Pinkvilla

Jika ingin tidur namun sakit gigi sangat membantu, mungkin meninggikan posisi kepala dapat membantu mengurangi nyeri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gunakan satu atau dua tambahan bantal untuk membuat kepala lebih tinggi. Cara sederhana ini diyakini dapat membantu mengurangi sakit gigi walaupun hanya beberapa saat. 

Namun harus diingat, sakit gigi tidak bisa dianggap sepele. Sebisa mungkin, secepatnya segera periksa gigi ke dokter untuk penanganan dan informasi mengenai mengapa sakit gigi terjadi. Semakin cepat menyembuhkan, maka semakin baik, bukan?

Abu vulkanik di sejumlah fasilitas umum Jakarta

Dokter Paru Ungkap Bahaya Menghirup Abu Vulkanik: Diimbau Pakai Masker, Kacamata Pelindung hingga Baju Lengan Panjang

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahaya menghirup abu vulkanik bagi paru-paru dalam waktu yang lama

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut