Prof Arif Satria: ICMI Beri Masukkan Penting RUU Sisdiknas

Ketua Umum ICMI Prof Arif Satria danIs
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Edukasi – Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) mengadakan dialog interaktif forum dengar pendapat dan uji publik Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (14/9).

img_title Cides ICMI Tawarkan Gagasan Atasi Dilema Pengelolaan Tembakau di Forum Internasional

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan dukungan dan masukan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) terkait RUU Sisdiknas sehingga bisa segera sempurna dan diterapkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim

Photo :

img_title Jelang Arafah, Muzdalifah, Mina: Prof Arif Satria Serap Aspirasi Jemaah dan Siapkan Solusi

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat ICMI, Prof Arif Satria mengutarakan harapannya agar RUU Sisdiknas terus berpegang teguh pada misi pendidikan untuk penguatan karakter bangsa. Penguatan Ketaqwaan dan Internalisasi Pancasila harus dilakukan. Ini penting karena merupakan suatu pondasi untuk  karakter bangsa. 

Ia menambahkan, bahwa RUU Sisdiknas harus terus didorong dalam rangka pemerataan pendidikan wajib belajar 12 tahun. 

img_title Pemuda ICMI Gugat Aturan Proyek Pengembangan PIK 2 Jadi PSN ke MA

 “RUU Sikdiknas ini jika sudah disempurnakan dan menjadi Undang-Undang tentu akan lebih memperhatikan profesi guru dan dosen. Untuk itu, ICMI sebagai sebuah insitusi sudah membentuk Tim Perumus untuk memberikan masukan RUU Sikdiknas sehingga bisa sempurna menjadi Undang-Undang. Ini harus terus berlanjut,” ujar Arif dalam keterangannya yang diterima VIVA, Jakarta, Kamis (15/9).

Ia menambahkan bahwa ICMI berusaha menjadi sumber inspirasi dan dan memberikan solusi untuk bangsa ini. 
“ICMI hadir dengan masukan pikiran yang jernih sesuai dengan ciri seorang cendikiawan yang  independen dan obyektif dengan semangat kebangsaan yang tinggi. Tim dari ICMI sudah beberapa kali membahas draf RUU ini. Semoga formulasi masukan ICMI bisa segera disampaikan ke pemerintah dan DPR,” ungkapnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan bahwa Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) merupakan jawaban bagi keluhan banyak guru kepada Kemendikbudristek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nadiem menuturkan, selama beberapa tahun terakhir, ia bersama jajarannya berupaya mencari solusi bagi para guru yang sudah bertahun-tahun menunggu tunjangan profesi, tetapi masih harus antre bahkan tidak mendapatkannya hingga pensiun.

“Jadi sebetulnya, RUU Sisdiknas ini adalah kabar gembira bagi semua guru. Saya ingin sekali ketemu dengan semua guru, berbicara secara langsung dan menjelaskan betapa besarnya potensi RUU Sisdiknas untuk meningkatkan kesejahteraan para guru,” kata Nadiem

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut