Pentingnya Model Kompetensi dalam Pengembangan Tenaga Kerja

Kepala Divisi Riset dan Konsultasi di PPM Manajemen, Alphieza Syam
Sumber :
  • PPM Manajemen

Jakarta, VIVA – Banyak organisasi menghadapi tantangan besar dalam mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia mereka. Salah satu masalah utama adalah kurangnya pemahaman atau salah kaprah mengenai kerangka kompetensi karyawan.

img_title Uang Afiliator Vilmei Dikuras Rp1,28 M, Polisi Bongkar Modus Koin hingga Gift TikTok

Hal ini sering kali menyebabkan ketidaksesuaian antara kebutuhan organisasi dengan kemampuan individu, yang pada akhirnya berdampak negatif pada produktivitas, efisiensi operasional, dan stabilitas perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam situasi ini, organisasi memerlukan model kompetensi yang efektif untuk memastikan tenaga kerja mereka memiliki keterampilan yang relevan, sekaligus dapat beradaptasi dengan kebutuhan masa depan.

img_title Pengakuan Karyawan Vilmei Soal Uang Rp1,2 M Dipakai Judol hingga Mabuk, Begini Kata Polisi

Model kompetensi adalah kerangka kerja yang terstruktur, dirancang untuk mengidentifikasi keterampilan, pengetahuan, dan perilaku yang diperlukan untuk kesuksesan dalam suatu peran. Dengan menggunakan model ini, organisasi dapat menyelaraskan tujuan strategis dengan pengembangan setiap karyawannya.

img_title Masuk Usia 40 Tahun dan Mulai Bosan Jadi Karyawan? Ini 7 Bisnis yang Layak Dicoba untuk Tambah Penghasilan

Proses penerapan model kompetensi mencakup berbagai tahap, seperti menilai kebutuhan organisasi, menentukan kompetensi inti, serta mengintegrasikan model tersebut ke dalam proses rekrutmen, pelatihan, dan evaluasi kinerja.

Kepala Divisi Riset dan Konsultasi di PPM Manajemen, Alphieza Syam menyatakan bahwa model kompetensi yang baik merupakan fondasi penting bagi organisasi modern.

“Model kompetensi yang jelas memberi arah pertumbuhan karyawan sekaligus mendukung organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Dalam jangka panjang, kerangka kerja yang kokoh ini akan meningkatkan kemampuan adaptasi organisasi terhadap perubahan dan memperkuat daya saing mereka,” jelasnya, dikutip dari keterangan resmi, Rabu 18 Desember 2024.

PPM Manajemen, didirikan pada 1967, telah menjadi mitra bagi berbagai organisasi, baik pemerintah, swasta, maupun nirlaba, dalam membangun kompetensi sumber daya manusia. Dengan pendekatan berbasis riset dan praktik,

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka menyediakan layanan seperti pelatihan sertifikasi, pembelajaran Inggriya, riset, konsultasi, hingga pendidikan tinggi di bidang manajemen. Komitmennya untuk menjadi pelopor di bidang manajemen terus diwujudkan melalui riset berkualitas yang mendukung peningkatan daya saing organisasi.

“Penyelarasan kompetensi karyawan dengan kebutuhan organisasi menciptakan sinergi positif yang memperkuat kinerja perusahaan secara keseluruhan,” tuturnya.

Seleb TikTok Vilmei

Eks Karyawan Vilmei Akui Dapat Rp600 Juta, Uangnya Dipakai Bayar Kos hingga Beli Kosmetik

Mantan karyawan Vilmei, yakni Zahra Khairunnissa mengaku menerima dan menggunakan sekitar Rp600 juta dari dana milik Vilmei yang diduga dikuras olehnya.

img_title
VIVA.co.id
5 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut