Curah Hujan Naik, Cuaca Tak Menentu: Waspada DBD
- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Kalimantan Utara, VIVA – Dengue atau Demam Berdarah Dengue (DBD), masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di banyak wilayah di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat, hinggal 1 Desember 2025 terdapat 139.298 kasus dengue (Incidence Rate/IR: 49,16/100.000 penduduk) di Indonesia, dengan kematian sebanyak 583 kasus (Case Fatality Rate/CFR: 0,42%).
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperkuat upaya pencegahan terpadu melalui pelaksanaan program vaksinasi dengue, melengkapi langkah pengendalian yang selama ini telah berjalan. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!
Di Provinsi Kalimantan Utara sendiri, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah. Pada 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue (IR: 98,98/100.000 penduduk) dengan CFR 1,09%. Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian akibat dengue yang tertinggi, di mana 46,81% dari total kasus sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok usia 6-14 tahun. Tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.
![]()
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Usman, SKM, M.Kes., menyampaikan, Kalimantan Utara berkomitmen memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan.
"Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, kita perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih inovatif. Karena itu, program vaksinasi dengue ini kami dorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan,” ujar Usman dalam keterangannya, dikutip Jumat 9 Januari 2026.
"Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan target bersama ‘Nol Kematian Akibat Dengue di Tahun 2030’. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, serta para mitra, kami yakin Kalimantan Utara dapat mengambil langkah maju yang terukur dalam melindungi masyarakat dari dengue,” sambungnya.
Bupati Kabupaten Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si, melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, M.AP, menegaskan, program vaksinasi dengue ini bukan untuk menggantikan upaya yang telah berjalan, melainkan sebagai lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi ancaman nyata demam berdarah yang semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas curah hujan yang mulai naik.