Taukah Kamu Kalau Manusia Mengalami ’Buta Gerak’ Selama 40 Menit Setiap Hari?

Ilustrasi organ otak manusia.
Sumber :
  • IG @katadokter_official

VIVA Otak manusia bekerja dengan cara yang diam-diam menakjubkan dan banyak di antaranya tidak pernah dijelaskan bahkan di buku pelajaran sekolah. Mulai dari momen ketika penglihatan kita sebenarnya sempat ’dimatikan’ sesaat, hingga alasan mengapa rasa sakit secara emosional bisa terasa begitu nyata secara fisik. Mekanisme yang jarang disadari ini membentuk cara kita melihat, merasakan, dan tidur setiap hari, sering kali tanpa kita sadari.

img_title Jangan Cuma Kejar Nilai Anak, 3 Hal Ini Ternyata Penting untuk Perkembangan Kognitif

Dokter keluarga dan kreator konten kesehatan yang berbasis di Inggris, Dr. Sermed Mezher membagikan tiga fakta menarik tentang ilmu saraf yang menjelaskan cara kerja otak yang mungkin belum banyak diketahui orang. Mulai dari bagaimana otak memproses gerakan mata, mengapa rasa sakit emosional bisa terasa secara fisik, dan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat kita tidur. Berikut ini penjelasan lengkapnya seperti dilansir dari laman Hindustan Times, Rabu 11 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Manusia mengalami “buta gerak” selama beberapa waktu setiap hari

img_title 8 dari 10 Anak Indonesia Kurang Asupan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Menurut Mezher, manusia pada dasarnya mengalami kondisi seperti buta terhadap gerakan selama sekitar 40 menit hingga dua jam setiap harinya. Saat mata bergerak cepat dari satu titik ke titik lain, otak sementara waktu menghentikan pemrosesan visual agar dunia tidak terlihat kabur atau membingungkan. Dalam gerakan mata cepat ini, otak mengirim sinyal untuk mengabaikan informasi dari retina selama beberapa milidetik demi menjaga tampilan tetap stabil.

Untuk menutup celah tersebut, otak sering kali ’memanjangkan’ persepsi terhadap momen tepat setelah gerakan mata. Itulah sebabnya ketika kita melirik jam, detik pertama terkadang terasa lebih lama dibanding detik-detik berikutnya.

img_title Pengalaman Dapat Membantu Mengasah Kemampuan Berpikir

Mezher menjelaskan bahwa selama gerakan mata cepat yang disebut saccade, otak melakukan proses penyuntingan neurologis yang dikenal sebagai saccadic suppression untuk menjaga kejernihan penglihatan. Ketika mata bergerak cepat, bayangan pada retina sebenarnya bergerak dengan kecepatan yang bisa membuat pandangan terasa buram dan membingungkan.

Untuk mencegah hal itu, otak sesaat menghentikan pemrosesan informasi visual selama pergerakan tersebut. Dalam waktu singkat ketika kita secara fungsional ’tidak melihat’ inilah, persepsi kita tetap terasa stabil dan tajam, bukan goyah dan penuh bayangan kabur.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut