5 Bahaya Umbar Data Tes DNA Pribadi
- REUTERS/Stefan Wermuth
Konsumen tampaknya berpikir bahwa membagikan DNA mereka dapat membantu menemukan penyebab atau mengobati suatu penyakit, dan mereka ingin menjadi bagian dari proses itu. Tetapi itu juga berarti bahwa suatu hari suatu perusahaan obat mungkin membawa obat ke pasar berdasarkan DNA Anda.
3. Masih Sempitnya Hukum yang Mencakup Privasi Genetika
Banyak pakar privasi khawatir bahwa satu-satunya undang-undang yang saat ini mencakup privasi genetika, Undang Undang Ketidakpastian Informasi Genetika (juga dikenal sebagai GINA), terlalu sempit untuk melarang perusahaan atau perusahaan asuransi mengakses informasi ini. Selain GINA, tidak ada aturan lain yang bisa melindunginya.
4. Penegak Hukum Tahu Betul DNA Kita Dimiliki oleh Perusahaan
Permintaan dari penegak hukum dan pengadilan untuk data Anda sudah terjadi dan juga dapat dilakukan di bawah panggilan. Sebuah kasus kejahatan berhasil terungkap dengan bantuan DNA dari perusahaan melalui silsilah.
Kemudian, menangkap pembunuh adalah hal yang baik, tetapi kemampuan penegak hukum untuk menargetkan DNA Anda melalui perusahaan pengujian ini adalah masalah besar.
Ketika Anda memberikan informasi genetik Anda ke perusahaan pengujian DNA, Anda juga memberikan informasi tentang hal-hal yang terkait dengan Anda, termasuk sepupu jauh. Ketika kerabat Anda, termasuk orang-orang yang jauh yang mungkin Anda tidak tahu, memberikan DNA mereka, mereka juga menyediakan informasi genetik tentang Anda.
5. Kebijakan Privasi Perusahaan Bisa Berubah
Konsekuensi yang tidak diinginkan, bukan hanya insiden akut seperti peretasan tetapi bagaimana jika kebijakan perusahaan berubah lantaran dibeli, dijual atau keluar dari bisnis privasi genetika. Lalu, apa yang terjadi pada data pribadi Anda?
Dalam lanskap peraturan sektor teknologi saat ini pernyataan privasi juga berubah. Tidak ada batasan apa yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ini. Mereka harus menyatakan secara terbuka melalui kebijakan privasinya yang bisa diubah setiap saat.