Siap-siap, Hantu 'Serbu' Game PC Indonesia

Pendukung film DreadOut
Sumber :
  • VIVA.co.id/Maria Margaretha

VIVA – Pengembang game Indonesia mulai merambah ke genre horor. Salah satu yang melakukan itu adalah pengembang game Digital Happines. Mereka membuat game horor Dread Out pada 2013. Pemilihan tema itu juga dirasa lebih mudah karena tanpa riset. 

img_title Kekerasan Perempuan dan Anak Mengintai di Dunia Digital, Gubernur Kalsel Ungkap Langkah Pencegahannya

"Pada saat itu industri game banyaknya mobile, kita jalan ke PC," kata pendiri Digital Happines, Dito Suwardita, di acara Opus Outlook 2019 Bekraf, Jakarta, Rabu 17 Oktober 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyatakan, sekuel game horor ini akan hadir sekitar akhir tahun depan. Pada 2019, versi film dari Dread Out juga akan dirilis. 

img_title Era Bank Digital, Infrastruktur Internet Tak Bisa Lagi Kaku

Selain Dread Out, ada pula game Ghost Parade. Game PC dan Console ini baru akan hadir sekitar pertengahan tahun depan. 

Ghost Parade akan hadir dengan hantu-hantu asal Indonesia. Pengembang game Ghost Parade, Lentera menggambarkan hantu dalam permainan itu lucu dan tidak menyeramkan. 
 
"Hantunya bukan hantu yang menakutkan. Tapi hantu yang cute, kuntilanak segala macamnya tapi yang baik," kata Managing Director Lentera, Wahyu Agung Pramudito. 

img_title Begini Strategi Polda Metro Jaya Buat Cegah Anak Terlibat dalam Kerusuhan

Ghost Parade bercerita mengenai seorang anak bersama Suri yang masuk ke hutan saat akan pulang. Di sanalah dia bertemu dengan para hantu itu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suri diceritakan sebagai indigo, dan dia meminta tolong untuk keluar dari hutan dari para hantu tersebut. Makhluk tersebut pada akhirnya meminta bantuan pada Suri. 

'Sasarannya anak tidak takut hantu. Karena hantunya nolong jadi kekuatan si Suri ini," kata Wahyu. (ren)

Mendagri Tito Karnavian.

Teken SKB Ruang Bersama Indonesia, Mendagri: Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Daerah

Mendagri Tito Karnavian menegaskan, SKB ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah (Pemda) dalam membuat program perlindungan perempuan dan anak di wilayahnya.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut