Mega Tsunami Bisa Terjadi Lebih Cepat dari Perkiraan

Tsunami.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Para ilmuwan mewanti-wanti bahwa mega tsunami di Alaska, Amerika Serikat (AS) akan terjadi paling cepat dalam 12 bulan mendatang, meski menurut perkiraan bencana maha dahsyat itu datang dalam 20 tahun lagi.

img_title Pemerintah Minta Masyarakat Tak Termakan Isu Tsunami Buntut Erupsi Anak Krakatau

Kekhawatiran terjadi karena mega tsunami di Alaska dipicu oleh longsoran batu yang dibiarkan tidak stabil setelah mencairnya gletser dalam jumlah besar di Prince William Sound, di sepanjang pantai selatan Alaska, tampaknya berdampak pada lereng gunung di atas Barry Arm, sekitar 97 km di timur Anchorage.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Viral Topik Tsunami 20 Meter, Netizen Ramai-ramai Berdoa

img_title Badan Geologi: Pertumbuhan Anak Krakatau Pasca 2018 Relatif Kecil

Meskipun potensi risiko tanah longsor semacam itu sangat serius, seperti dikutip VIVA Tekno dari situs Live Science, Selasa, 20 Oktober 2020, namun masih banyak yang tidak diketahui tentang bagaimana atau kapan bencana tsunami besar ini bisa terjadi.

Berdasarkan analisis citra satelit menunjukkan saat Barry Clacier longsor dari Barry Arm karena terus mencair, bekas longsoran batu yang disebut scarp akan muncul di permukaan gunung di atasnya.

img_title Badan Geologi Ungkap Potensi Bahaya di Balik Erupsi Berulang Anak Krakatau

Kondisi ini menunjukkan bahwa tanah longsor telah terjadi di atas fjord secara bertahap dan bergerak lambat, tetapi jika permukaan batu tiba-tiba memberi jalan, maka konsekuensinya bisa mengerikan. Meski lokasinya terpencil, namun kawasan ini cukup sering dikunjungi oleh kapal komersial untuk rekreasi, termasuk kapal pesiar.

"Awalnya, sulit mempercayai angka-angka tersebut," kata ahli geofisika Chunli Dai dari Ohio State University. Ia juga mengatakan berdasarkan ketinggian endapan di atas air, volume tanah yang tergelincir, serta sudut kemiringan, dia menghitung bahwa keruntuhan tersebut setidaknya akan melepaskan 16 kali lebih banyak puing.

"Dan, 11 kali lebih banyak energi daripada longsor yang terjadi di Teluk Lituya di Alaska pada tahun 1958 dan mega tsunami," ungkap Dai. Ia bersama para ilmuwan juga khawatir mega tsunami ini akan lebih besar dari peristiwa serupa di Teluk Lituya, Alaska pada 1958.

Bencana alam tersebut dipicu oleh gempa bumi berkekuatan 7,8 skala richter (SR) dan menghasilkan gelombang setinggi 524 meter yang diyakini sebagai gelombang tertinggi dalam sejarah modern.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak Tsunami Selat Sunda

Sebagai gambaran, bencana alam 1958 melepaskan jutaan kubik yard puing-puing sekitar 2.000 kaki (600 meter) ke dalam fjord. Peristiwa ini kemudian dibandingkan dengan bom atom yang meledak karena gelombang yang dihasilkan melenyapkan jutaan pohon dalam radius yang luas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut