Data Bocor, Perusahaan Jadi Tekor

Ilustrasi hacker memindahkan data pribadi korban.
Sumber :
  • Frolgate Technology Group

VIVA – Ancaman kebocoran data dalam konteks keamanan digital (digital security) di Indonesia kembali menjadi perhatian masyarakat. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir ini dugaan kebocoran data digital terjadi pada beberapa perusahaan maupun lembaga pemerintahan di Tanah Air.

img_title SSD Laptop Mulai Bermasalah? Kenali 5 Tanda Sebelum Data Penting Hilang

Menurut laporan lembaga Check Point, Software Technologies Inc., Indonesia saat ini menjadi negara ketiga yang paling ditarget dalam ancaman digital security setelah Amerika Serikat (AS) dan India. Industri keuangan menjadi sektor yang paling rentan terhadap ancaman digital security.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chief Customer Officer Telkomtelstra, Agus F Abdillah, menjelaskan bahwa dalam dunia digital, keamanan menjadi isu yang sangat penting. Terlebih pandemi COVID-19 yang berlangsung lebih dari satu tahun, sehingga membuat adopsi teknologi digital sangat cepat berkembang, terutama bagaimana manusia berinteraksi antara satu dengan lain.

img_title Kebocoran Achievement Steam Makin Meluas, Gameplay Puluhan Game Mulai Terungkap

"Bagaimana perusahaan bisa menjamin keamanan data pelanggan supaya tidak terjadi kebocoran menjadi hal yang sangat penting karena memang di dunia digital. Terutama bagi perusahaan yang melakukan transformasi digital, di mana hal penting tentu saja security, selain jaringan dan aplikasi," ungkap dia, Senin, 14 Juni 2021.

Sementara itu, Senior Cloud and UC Product Specialist Telkomtelstra, Muhammad Ryan Matrasiwi, menjelaskan masih banyaknya masyarakat yang bertanya tentang keamanan data komunikasi konsumen dengan perusahaan karena komunikasi tersebut bersifat confidential.

img_title Pemerintah Segel 21 Perusahaan Imbas Karhutla, Paling Banyak di Kalimantan Barat

"Jika terjadi kebocoran data, selain menyebabkan kerugian yang berdampak ke branding perusahaan, kepercayaan dari pelanggan bisa menurun, dan berimbas pada profit yang menurun," tegasnya.

Oleh karena itu, perusahaan harus menciptakan dan menjaga kepercayaan konsumen kepada produk atau layanannya dengan menerapkan keamanan data digital. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menempatkan aplikasi perusahaan pada layanan cloud yang tersedia.

"Tentunya layanan cloud ini harus bisa memenuhi kebutuhan perusahaan baik itu faktor reability, scability, availability, dan tentu saja security dengan baik,” jelas Ryan.

Partnership Account Manager Qiscus, Hanny Winarti, mengungkapkan pentingnya upaya untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang baik dan aman dalam situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang. Karena, pengalaman pelanggan nyatanya dapat meningkatkan pendapatan dan daya saing bagi perusahaan.

Berdasarkan data datareportal.com pada 2020, teknologi seluler adalah raja, di mana 51,1 persen lalu lintas ke situs web berasal dari ponsel dan ada 171 juta pengguna internet seluler.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menjelaskan mekanisme penggunaan Qiscus di mana saat konsumen chat, maka akan masuk ke beberapa channel platform layanan pesan seperti Whatsapp, Mesengger, dan Line.

"Jika memang ada kebutuhan menginteraksikan dengan chatbot, maka pesan dari konsumen akan dijawab oleh chatbot terlebih dahulu yang ada di multichannel chat. "Tapi jika chatbot-nya sudah mendapat pertanyaan yang lebih kompleks, maka diteruskan ke life agent,” paparnya.

Ilustrasi lari

Lari 5K PORSENI Bakrie 2026 Berhasil Diikuti Ribuan Pelari, mulai dari Pekerja hingga Pecinta Olahraga

Lari 5K PORSENI Bakrie 2026 diikuti 2.200 pelari dari lingkungan perusahaan Bakrie. Ajang ini mempererat kebersamaan dengan hadiah Rp30 juta bagi empat kategori pemenang.

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut