Daftar Standar Ambang Batas BPA di Negara Maju

BPA (Bisphenol A).
Sumber :
  • NPR

VIVA – Belakangan ini muncul polemik, yang mempertanyakan keamanan kemasan galon polikarbonat secara berulang karena diduga bisa meningkatkan migrasi Bisphenol A atau BPA dan berbahaya.

img_title Pakar ITB: Galon Polikarbonat yang Terdegradasi Tidak Kembali Membentuk BPA

Keresahan masyarakat pun muncul. Sebab, semakin banyak hoax dan disinformasi yang menyebar mengenai isu penggunaan galon air minum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM kembali menegaskan tentang keamanan kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat.

img_title Kemnaker Minta Dampak Ketenagakerjaan Jadi Pertimbangan Aturan Penyeragaman Kemasan Rokok

Berdasarkan hasil pengawasan mereka terhadap air minum dalam kemasan (AMDK) yang terbuat dari Polikarbonat (PC) selama lima tahun terakhir, menunjukkan migrasi BPA di bawah 0,01 bpj atau dalam batas aman.

BPA (Bisphenol A).

Photo :
  • Pixabay

img_title Petani Tembakau Khawatir Rencana Penyeragaman Kemasan Rokok Berdampak ke Industri

Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi di Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ahmad Sulaeman menuturkan bahwa Otoritas Keamanan Pangan Eropa sampai saat kini terus mengkaji batas paparan aman BPA.

“Mereka melakukannya sejak tahun 2007, dan sampai sekarang saja mereka belum memutuskan dan masih terus mereview,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Rabu 2 Februari 2022.

Menurutnya, batas masksimum migrasi BPA di Indonesia adalah 0,6 bpj dan ini masih sangat sesuai dengan mayoritas batas maksimum migrasi BPA negara-negara maju di dunia lainnya. Contohnya, di Jepang 2,5 bpj, Korea Selatan 0,6 bpj dan China 0,6 bpj.

“Jadi, sampai saat ini sepengetahuan saya, tidak ada satu pun negara di dunia yang mengeluarkan peraturan kewajiban pelabelan khusus terkait BPA termasuk kepada produsen air minum dalam kemasan,” tuturnya.

Menurutnya, pencantuman logo daur ulang serta nama bahan kemasan di bawah kemasan botol minuman untuk saat ini dirasa memadai, tidak perlu ditambah keterangan bebas BPA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Menurut saya, mengacu kepada hasil kajian lembaga-lembaga pengawas keamanan pangan di berbagai negara, pelabelan kemasan air minum bebas BPA belum perlu dilakukan. Yang perlu dilakukan adalah analisis risiko paparan BPA dari berbagai sumber paparan di Indonesia,” katanya.

Ilustrasi galon.

Riset Ungkap Galon Guna Ulang Tak Terkait Risiko Kanker dan Gangguan Hormon, Simak Faktanya

Penelitian mengungkap air minum galon guna ulang yang penuhi standar keamanan pangan, tak terbukti menyebabkan kanker, gangguan hormon, maupun gangguan sistem reproduksi.

img_title
VIVA.co.id
23 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut