Anak Virtual akan Jadi Kenyataan

Ilustrasi anak virtual.
Sumber :
  • Getty Images

VIVA Tekno – Anak-anak virtual yang lahir di metaverse bisa menjadi lebih umum dalam 50 tahun ke depan, menurut seorang ahli Artificial Intelligence (AI/kecerdasan buatan).

img_title Kolaborasi Perusahaan AI dan Platform Streaming Bakal Perkuat Konten hingga Ekosistem Digital

Penulis Catriona Campbell percaya bahwa orang tua akan merawat anak-anak digital dalam virtual reality (VR), menggunakan headset untuk merasakan mereka benar-benar ada di sisi orangtua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak-anak virtual ini akan tampak seperti yang asli tetapi dapat dimatikan dengan satu sentuhan tombol. Campbell berpendapat bahwa mereka akan membantu dunia mengatasi 'kelebihan populasi'.

img_title Jangan Hanya Lihat RAM dan Kamera, Prosesor HP Lipat Juga Wajib Diperhatikan

Mengutip dari situs Daily Star, Senin, 10 Oktober 2022, dalam sebuah buku yang dirilis tahun ini, Campbell mengatakan 'generasi Tamagotchi' akan lahir dan tersedia bagi orang tua dengan 'biaya bulanan yang kecil'.

"Anak-anak virtual mungkin tampak seperti lompatan raksasa dari tempat kita sekarang, tetapi dalam 50 tahun teknologi akan maju sedemikian rupa sehingga bayi yang ada di metaverse tidak berbeda dari yang ada di dunia nyata," imbuhnya.

img_title Wamenkomdigi Nezar Patria Ingatkan Bahaya AI untuk Jurnalis: Awas Data Poisoning

Ilustrasi anak virtual

Photo :
  • Daily Record

Dia menambahkan saat ini ilmuwan sudah dalam perjalanan untuk menciptakan generasi Tamagotchi yang 'nyata' bagi orangtua mereka.

"Berdasarkan permintaan konsumen yang ada, yang saya pikir akan terjadi, anak-anak AI akan tersedia secara luas dengan biaya bulanan yang relatif kecil," ujar Campbell.

Gagasan bahwa dunia akan menjadi kelebihan populasi tidak didukung oleh data. Meskipun populasi global diperkirakan akan terus meningkat selama abad berikutnya, hal itu pada akhirnya akan mendatar dan melambat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini sudah terjadi di negara-negara Barat, termasuk Inggris yang memiliki populasi yang menua dan angka kelahiran yang menurun. Artinya populasi akan menurun pada tahun 2025 dan mulai menyusut, yang akan menyebabkan banyak pekerjaan yang tidak terisi.

Ilustrasi merakit PC gaming.

Siap-siap Kaget, Harga Komputer dan Laptop Melonjak Tajam akibat 'RAMageddon'

Biang kerok di balik fenomena yang dijuluki para pakar sebagai 'RAMageddon'—alias kelangkaan parah pada komponen memori (RAM), (SSD/HDD), hingga kartu grafis adalah AI.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut