Eropa Mau Ikut-ikutan China

Peluncuran Roket pada September 2022.
Sumber :
  • Space.com

VIVA Tekno – Eropa bertujuan untuk meluncurkan satelit demonstrasi teknologi untuk komunikasi terenkripsi kuantum yang aman pada 2024. Sebagai informasi, China sudah menerbangkan terlebih dahulu satelit serupa bernama Micius pada enam tahun lalu.

img_title China Siap Ambil Alih Keketuaan BRICS pada 2027

Peluncuran oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) ini ditujukan dengan maksud untuk dapat mengembangkan konstelasi yang lebih besar lagi ke depannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satelit bernama Eagle-1 ini akan menjadi sistem distribusi kunci kuantum (QKD) berbasis ruang angkasa pertama untuk Uni Eropa dan dapat mengarah ke jaringan komunikasi yang sangat aman untuk Eropa

img_title Hampir 1 dari 5 Mobil Baru di Indonesia Berasal dari Merek China

Eagle-1 akan menghabiskan waktu sekitar tiga tahun di orbit untuk menguji teknologi yang dibutuhkan untuk generasi baru komunikasi aman.

Satelit akan menunjukkan kelayakan teknologi distribusi kunci kuantum yang menggunakan prinsip-prinsip mekanika kuantum untuk mendistribusikan kunci enkripsi sedemikian rupa sehingga setiap upaya untuk menguping segera terdeteksi di dalam UE menggunakan sistem berbasis satelit.

img_title Kementrans Dorong Teknologi Kedirgantaraan Buka Keterisolasian Kawasan Transmigrasi, Industrialisasi Dipercepat

Sebelumnya, ESA menandatangi kontrak Eagle-1 dengan pemimpin proyek SES pada Kongres Astronautika Internasional (IAC) di Paris pada akhir September lalu dan perusahaan yang berbasis di Luksemburg itu akan memimpin konsorsium lebih dari 20 perusahaan Eropa untuk mengembangkan Eagle-1.

Platform satelit Eagle-1 akan disediakan oleh perusahaan Italia SITAEL yang akan membawa muatan kunci kuantum yang dibangun oleh Tesat Spacecom yang berbasis di Jerman dan akan dioperasikan oleh SES. Perusahaan dari Austria, Belgia, Republik Ceko dan Swiss juga terlibat dalam proyek tersebut.

 "Keamanan dan kedaulatan Eropa di dunia komputasi kuantum masa depan sangat penting bagi keberhasilan Eropa dan Negara-negara Anggotanya," ujar Steve Collar, CEO SES, dalam pernyataannya, dilansir dari situs Space, Senin, 17 Oktober 2022.

Adapun, proyek ini didukung oleh Horizon Eropa, program pendanaan utama Uni Eropa untuk penelitian dan inovasi, dan ESA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi tambahan, kendati Eagle-1 akan menjadi satelit QKD berdaulat pertama di Eropa, tetapi sebelumnya China telah lebih dulu meluncurkan satelit komunikasi kuantum khusus pertama yang bernama Micius, pada 2016.

Booth Toyota di GIIAS 2025

Merek China Serbu Mobil Hybrid, Toyota Malah Bilang Begini

Merek China semakin ramai masuk pasar hybrid dan PHEV Indonesia. Toyota mengakui kue pasar terbagi, tetapi penjualan tetap naik dan Veloz Hybrid tembus sekitar 2.000 unit

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut