Mencari Obat Patah Hati

Ilustrasi patah hati.
Sumber :

VIVA Tekno – Ketika seseorang mengalami kesedihan mendalam karena ditinggal orang yang dicintai, sering muncul istilah dirinya menderita 'patah hati'.

img_title Perut Pria Makin Buncit Setelah Usia 40? Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh

Patah hati, yang sebelumnya lebih bersifat psikologis, sekarang dinyatakan sebagai kondisi yang menunjukkan gejala fisik. Ketika suaminya meninggal dunia tiba-tiba setelah usia pernikahan lebih dari 50 tahun, Sandra Brown didiagnosa menderita patah hati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah kematian suaminya, ia mulai merasa dadanya sesak dan kesulitan bernapas. Ia pun menggambarkan seperti merasa suntikan adrenalin yang menjalar ke seluruh tubuh dengan perasaan sedih dan putus asa yang mendalam.

img_title Bandar Besar Tramadol di Tanah Abang yang Buron Ditangkap! Uang Rp140 Juta Ikut Disita

Dua bulan setelah suaminya meninggal dunia kondisinya semakin memburuk. "Rasanya seperti sesak dan susah bernapas," katanya, seperti dikutip dari situs ABC.net.au, Senin, 12 Desember 2022.

Awalnya, Sandra menduga mungkin tubuhnya terlalu panas setelah terkena sinar Matahari, karena ia baru selesai mencuci mobil di luar rumah dengan Matahari yang begitu terik. Ketika dadanya sesak, ia lalu memanggil ambulans.

img_title Bisakah Obat Ditemukan dengan AI? Begini Masa Depan Riset Medis di Era Modern

Sandra kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan menderita kondisi yang disebut sindrom patah hati yang juga dikenal dengan nama 'Takotsubo'.

"Saya pernah mendengar orang yang meninggal karena patah hati, tapi saya tidak tahu ada yang namanya sindrom patah hati," ungkap dia.

Penyebab patah hati

Tahun lalu, Nicola Parin juga dinyatakan menderita hal yang sama setelah mengalami serangan fisik. Insiden tersebut terjadi ketika ketika dia sedang membawa jalan anjingnya di Adelaide Utara, Australia.

Anjingnya dan seekor anjing lain saling menyerang dan ketika Nicola menarik anjingnya, pemilik anjing satu lagi sampai memukul wajahnya.

Ia kemudian dibawa ke rumah sakit dan mengatakan kepada petugas bahwa jantungnya terasa 'aneh'. "Mereka mengira saya mengalami serangan jantung," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter spesialis jantung di Adelaide, Gao-Jing Ong, mengatakan kondisi patah hati ini biasanya disebabkan karena stres emosional atau fisik yang sangat kuat seperti 'ketika seseorang ditinggal orang yang dicintai atau saat putus dari hubungan'.

"Tetapi pasien juga bisa mengalami hal ini saat gembira, seperti ketika menang lotre atau diterima di pekerjaan baru," kata Dr Ong. Ia mengatakan penderita kondisi ini sebenarnya lebih banyak dari yang diperkirakan orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut