Bulan Jupiter Alami Ledakan Vulkanik Terbesar

Ilustrasi ledakan vulkanik.
Sumber :
  • Getty Images

VIVA Tekno – Bulan Jupiter Io merupakan benda yang paling aktif secara geologis di tata surya. Tahun lalu Io memiliki ledakan vulkanik yang memecahkan rekor menurut seorang ilmuwan.

img_title Aktivitas Vulkanik Menurun, Warga Sekitar Gunung Anak Krakatau Diimbau Tetap Waspada

Fisikawan Jeff Morgenthaler dari Planetary Science Institute (PSI) telah memantau aktivitas vulkanik di Io setiap tahun sejak 2017. Bulan Jovian menunjukkan semacam ledakan setiap tahun, tetapi yang terbesar tercatat pada musim gugur tahun 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Io adalah satelit alami Jupiter yang terdalam dan terbesar ketiga dari empat bulan besar Jupiter lainnya dan ukurannya sedikit lebih besar dari Bulan di Bumi.

img_title 5 Bandara Masih Ditutup Gegara Abu Anak Krakatau, 1 Sudah Kembali Buka! Ini Daftarnya

Seperti bulan Galilea lainnya, itu ditemukan oleh astronom Italia, Galileo Galilei pada tahun 1610, dan dinamai menurut Io, pendeta Hera dan salah satu kekasih Zeus dalam mitologi Yunani kuno.

Io memiliki lebih dari 400 gunung berapi aktif, banyak di antaranya mengeluarkan gumpalan belerang dan belerang dioksida yang dapat naik setinggi 300 mil di atas permukaan bulan.

img_title KAI Tambah Gerbong Sejumlah KA, Ini Daftar Kereta yang Dapat Tambahan

Vulkanisme adalah hasil dari pasang surut yang intens yang dirasakan Io, baik dari planet induknya maupun dari dua bulan Galilea lainnya, Europa dan Ganymede.

Dalam studinya, Morgenthaler menggunakan data dari PSI's Input/Output observatory (IoIO), yang terletak di dekat Benson, Arizona, melansir dari situs Express, Jumat, 6 Januari 2023.

Juno, satelit pemantau planet Jupiter.

Photo :
  • space.com

Observatorium menggunakan teknik koronagrafi, di mana cahaya terang dari Jupiter diredupkan sehingga gas redup di dekat raksasa gas dapat dicitrakan.

Antara Juli hingga September tahun lalu, Morgenthaler menyebut ada dua gas yang terdeteksi oleh IoIO -natrium dan belerang terionisasi- yang mulai cerah dan tetap dalam keadaan tersebut hingga Desember.

Namun belerang terionisasi membentuk struktur berbentuk donat yang mengelilingi Jupiter, dikenal sebagai Io plasma torus tidak seterang ledakan baru-baru ini seperti tahun-tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini bisa memberi tahu kita sesuatu tentang komposisi aktivitas vulkanik yang menghasilkan ledakan atau bisa memberi tahu kita bahwa torus lebih efisien dalam membersihkan dirinya sendiri dari material ketika lebih banyak material yang dilemparkan ke dalamnya," jelasnya.

Pengamatan fisikawan menjelaskan, peristiwa itu memiliki implikasi mendalam untuk misi Juno NASA (Badan Penerbangan dan Antriksa) yang telah mengorbit Jupiter sejak 2016.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut