Bulan akan Terlihat Paling Besar dan Terang

Bulan Purnama.
Sumber :
  • Getty Images

VIVA Tekno – Malam hari ini akan terjadi fenomena kosmik Bulan Purnama yang paling terang dan besar tahun ini. Peristiwa alam itu dijuluki Blue Moon, Bulan Biru, hingga Blue Supermoon.

img_title BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Tidak Berpotensi Tsunami

Nama Blue Supermoon tidak sesuai dengan warna Bulan. Faktanya, warnanya sebenarnya adalah oranye, seperti dikutip dari situs Live Science, Kamis, 31 Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada dua jenis Bulan Biru. Blue Supermoon bulan Agustus termasuk dalam kategori pertama yaitu dua Bulan Purnama yang terjadi di bulan yang sama.

img_title BNPB: Total Korban Jiwa Gempa Bumi M 7,7 Capai 47 Orang hingga Sabtu Malam

Hal ini terkadang tidak bisa dihindari di mana Bulan Purnama Baru terbit setiap 29,5 hari. Mengingat Sturgeon Moon terjadi pada tanggal 1 Agustus 2023, maka Bulan Purnama pada tanggal 30 Agustus akan menjadi Bulan Biru.

Bulan Biru jenis ini, yang disebut 'Bulan Biru Kalender' terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun sekali dan fenomena berikutnya akan terjadi pada 31 Mei 2026.

img_title Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

Fenomena Gerhana Bulan Super Blue Blood Moon.

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Jenis Bulan Biru kedua, yang disebut Bulan Biru Musiman, menggambarkan Bulan Purnama ketiga dari empat Bulan Purnama selama satu musim astronomi.

Hal ini terjadi ketika satu tahun kalender mempunyai 13 Bulan Purnama, bukan 12 Bulan Burnama pada umumnya. Satu tahun lunar — 12 orbit Bumi oleh Bulan — memakan waktu 354 hari, sedangkan tahun Matahari Bumi adalah 365 hari.

Super Blue Moon akan terbit tepat setelah Matahari terbenam pada 30 Agustus, pukul 19:10 EDT dari ufuk timur. Di Indonesia, fenomena ini juga disebut sebagai Purnama Tionggoan yang terjadi pada Kamis, 31 Agustus 2023, pukul 08:35 WIB, 09:35 WITA dan 10:35 WIT.

Bulan Purnama terjadi ketika titik Bulan 180 derajat dari Matahari atau berlawanan sepenuhnya dengan Matahari di langit di atas Bumi.

Untuk Blue Moon tahun ini, Bulan akan berhadapan dengan Matahari pada pukul 21:36 EDT, menurut NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, benda langit itu akan berada di konstelasi Aquarius. Blue Moon kemudian akan terbenam pada hari Kamis tepat sebelum Matahari terbit sekitar pukul 06:46 EDT.

PGN.

Perluas Pasar Gas Bumi, PGN Beberkan Strategi Komersial Dongkrak Permintaan Berkelanjutan

Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), terus memperkuat strategi komersial untuk memperluas pasar dan pemanfaatan gas bumi.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut