Bahaya Mengintai Astronot Pria
- NASA
VIVA Tekno – Paparan radiasi kosmik dan tekanan di ruang angkasa dapat meningkatkan risiko astronot mengalami disfungsi ereksi, menurut penelitian yang dilakukan pada tikus.
Dilansir dari Live Science, Kamis, 30 November 2023, dalam percobaan di laboratorium, paparan tikus jantan terhadap simulasi radiasi kosmik galaksi (GCR) dan tanpa bobot mengganggu fungsi jaringan ereksi di penis, menurut sebuah studi baru di The FASEB Journal.
Rayyanah Barnawi, astronot wanita pertama asal Arab Saudi.
- Al Jazeera
Efek-efek ini teramati bahkan setelah masa pemulihan selama setahun, menunjukkan bahwa eksplorasi luar angkasa dapat memberikan dampak kesehatan jangka panjang bagi para astronot.
Dengan misi berawak ke luar angkasa yang direncanakan untuk tahun-tahun mendatang, "penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan seksual harus dipantau secara ketat pada astronot sekembalinya mereka ke Bumi," kata salah satu penulis studi senior Justin La Favor, asisten profesor yang mempelajari disfungsi neurovaskular di Florida State University, kepada Live Science melalui email.
Ketika industri antariksa bersiap untuk mengirim astronot mengelilingi bulan pada awal tahun 2024 dan ke Mars pada tahun 2040, lebih banyak perhatian diberikan pada potensi dampak jangka panjang eksplorasi antariksa terhadap tubuh manusia.
Selama misi tersebut, para astronot akan terpapar pada kondisi tanpa bobot karena rendahnya tingkat gravitasi di luar angkasa, serta tingginya tingkat GCR.
Di Bumi, atmosfer planet yang tebal membantu membelokkan GCR - partikel subatomik yang energik - kembali ke ruang angkasa, melindungi kehidupan di bawahnya. Namun di luar angkasa, perlindungannya lebih sedikit, sehingga para astronot lebih terpapar oleh efeknya.
Sebagai contoh, tinggal selama enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional akan memberikan para astronot dosis radiasi dari sinar kosmik yang setara dengan sekitar 25 kali masa hidup di permukaan Bumi, demikian yang dilaporkan oleh Live Science. Paparan GCR yang tinggi dapat menyebabkan kanker tertentu, kerusakan neurologis, dan penyakit kardiovaskular.
Astronot termuda China
- Al Jazeera
Baik GCR maupun bobot "dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk, meskipun efek pada fungsi ereksi sebelumnya belum diselidiki," kata La Favor.
Di Bumi, disfungsi ereksi - ketidakmampuan untuk membangun dan mempertahankan ereksi - mempengaruhi lebih dari separuh pria berusia antara 40 dan 70 tahun. Oleh karena itu, efek eksplorasi ruang angkasa dapat menjadi pertimbangan penting bagi para astronot pria, terutama jika kondisi ini berlanjut dalam jangka panjang.