Ada Dunia Lain di Bawah Antartika

Dataran Tinggi Antartika Timur.
Sumber :
  • Wayne/Adobe

"Mengamati dan mengambil sampel sungai ini seperti menjadi orang pertama yang memasuki dunia yang tersembunyi," ujar peneliti utama Huw Horgan, seorang ahli glasiologi di Te Herenga Waka - Victoria University of Wellington di Selandia Baru, kepada The Guardian.

img_title Regulasi Adaptif hingga Inovasi Berkualitas Bisa Bikin Ekosistem Kripto RI Lebih Kompetitif

Bunga mekar di Antartika

Photo :
  • CNZ

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Horgan pertama kali melihat petunjuk struktur bawah permukaan pada tahun 2020 saat melihat foto satelit di daerah tersebut. Struktur tersebut terlihat sebagai depresi panjang, atau alur, yang membentang di atas es - ciri khas sungai bawah tanah. Namun, meskipun terlihat jelas pada citra satelit, alur tersebut awalnya tidak terdeteksi di permukaan, kata Stevens.

img_title Dua Hal Ini Jadi Kekuatan di Balik Bank Berbasis Teknologi

"Tapi kemudian kami menemukan lereng kecil dan landai dan menduga bahwa kami mendapatkan tempat yang tepat."

Setelah menurunkan kamera ke dalam sungai, tim peneliti terkejut saat mengetahui bahwa gua tersebut terlihat sangat berbeda dari apa yang mereka perkirakan. Para peneliti menduga bahwa atap ruangan itu akan mulus dan datar.

img_title Airlangga: Masyarakat RI Simpan 1.800 Ton Emas Senilai Rp 4.460 Triliun 'di Bawah Bantal'

Namun, mereka menemukan bahwa atapnya sangat tidak rata dan memiliki banyak undulasi yang curam. Gua itu juga jauh lebih lebar di dekat atap.

"Bentuknya seperti sepotong roti, dengan tonjolan di bagian atas dan lereng yang sempit di bagian bawah," kata Stevens.

Para peneliti juga secara tak terduga menemukan bahwa kolom air di bawah tanah terpecah menjadi empat atau lima lapisan air yang berbeda yang mengalir ke arah yang berlawanan. "Hal ini mengubah pemahaman dan model yang kita miliki saat ini tentang lingkungan ini," kata Stevens. "Kami akan bekerja keras untuk memahami apa artinya ini."

Piramida di Antartika.

Photo :
  • Tangkapan Layar

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim tiba di atas sungai yang terkubur tepat pada waktunya untuk melakukan pengamatan menarik lainnya. Para peneliti mendirikan kemah beberapa hari sebelum letusan gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai di Tonga yang memecahkan rekor pada 15 Januari.

Ledakan besar itu menyebabkan gelombang tekanan yang membunyikan atmosfer Bumi seperti lonceng, dan sensor yang ditempatkan para peneliti di permukaan es merekam gelombang tekanan serupa yang bergerak melalui ruang bawah tanah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut