Akan Ada Bintang Baru di Orbit Bumi

Ilustrasi Satelit Landolt
Sumber :
  • Space.com/Eliad Peretz

img_title Dapat Restu Pemegang Saham, BUMI Siap Lakukan Kuasi Reorganisasi

Secara tradisional, astronom mengandalkan bintang yang dikenal sebagai "lilin standar" untuk mengukur jarak di alam semesta. Bintang-bintang ini memiliki kecerahan dan jarak yang sudah diketahui dengan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pengukuran ini dibuat pada 1990-an dan sekarang menjadi sumber utama kesalahan dalam pengukuran kecerahan bintang.

img_title Suhu Bumi Melejit, Gen Z bisa Jadi 'Game Changer'

Landolt diharapkan dapat memperbaiki kesalahan ini dengan memberikan data yang lebih akurat.

Peter Plavchan dari Universitas George Mason, yang memimpin misi ini, menjelaskan bahwa saat ini tidak ada yang dapat memberi tahu dengan akurasi tinggi berapa banyak foton atau tingkat kecerahan yang berasal dari sebuah bintang saat dilihat melalui teleskop.

img_title China Mengguncang Dunia! Luncurkan Otak AI Raksasa ke Luar Angkasa Lewat 2.800 Satelit Superkomputer

"Saat kita melihat bintang dengan teleskop, tidak ada yang bisa memberi tahu Anda hari ini tingkat foton atau kecerahan yang datang darinya dengan tingkat akurasi yang diinginkan," kata Peter Plavchan.

"Kami sekarang akan tahu persis berapa banyak foton per detik yang keluar dari sumber ini dengan akurasi 0,25 persen,” tambahnya.

Data dari misi Landolt, yang bernilai $19,5 juta diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian dalam pengukuran kecerahan bintang dari 10 persen menjadi satu persen.

Hal ini sangat penting karena informasi ini mempengaruhi pengukuran eksoplanet dan parameter yang digunakan untuk menentukan struktur alam semesta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Misi ini dinamai Landolt untuk menghormati mendiang astronom Amerika Arlo Landolt, yang terkenal dengan daftar bintang standar fotometriknya.

Kontrol misi akan berbasis di Universitas George Mason di Virginia, dengan kolaborasi dari ilmuwan di 12 institusi. Satelit ini akan dibangun oleh Institut Standar dan Teknologi Nasional Departemen Perdagangan AS yang berbasis di Maryland.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Komandan Kopassus, Marinir dan Kopasgat Dipimpin Bintang Tiga, Jadi Panglima Korps

Tiga komandan pasukan elit TNI dipilih jadi panglima korps sesuai keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1033/VIII/2025.

img_title
VIVA.co.id
9 Agustus 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut