Pasar CCTV di Indonesia Masih Besar

Ilustrasi kamera CCTV.
Sumber :
  • Pixabay.

Jakarta, VIVA – Potensi industri CCTV di Indonesia sangat besar, terutama karena permintaan terus meningkat di berbagai sektor seperti transportasi, logistik, kesehatan, dan manufaktur.

img_title Polda Metro Ringkus Tiga Pelaku Perusakan CCTV saat Demo Ricuh 27 Agustus

Namun begitu, masih ada tantangan yang dihadapi produsen lokal, seperti tingginya biaya masuk komponen dibandingkan dengan produk impor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, Dahua Technology Indonesia bersama PT Yifang CME membuka pabrik baru di Kawasan Industri Cidurian, Balaraja, Tangerang, Banten.

img_title Pramono Bantah Matikan CCTV saat Aksi Demo 27 Agustus

Dahua Technology merupakan perusahaan yang bergerak dalam solusi keamanan berbasis video dan teknologi AIoT (Artificial Intelligence of Things).

Sementara Yifang CME adalah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam merakit telepon seluler pintar (smartphone), sepeda listrik, dan aksesorinya.

img_title CCTV Dirusak Massa Aksi, Pramono Minta Pelaku Dicari

Pembukaan pabrik ini memiliki tujuan utama untuk memberikan kontribusi perekonomian yang signifikan, dengan fokus pada penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia dan mendorong pertumbuhan industri teknologi dalam negeri.

Pabrik tersebut akan menghasilkan berbagai produk pengawasan dan teknologi pintar seperti CCTV yang akan mendukung kebutuhan pasar lokal serta ekspor ke pasar internasional.

“Kami memperkirakan bahwa jika sebagian besar produksi CCTV dilakukan di Indonesia, kita dapat menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional yang signifikan dengan estimasi lebih dari US$200 juta (Rp3,2 triliun),” kata Royce, Country Director Dahua Technology Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pasar besar dalam sektor teknologi dan pengawasan seperti CCTV. Dengan fasilitas produksi lokal, ia meyakini dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap ekonomi nasional.

"Kami mendukung pemerintah dalam memperkuat sektor manufaktur lokal melalui kolaborasi. Selain produksi, pabrik kami juga dirancang untuk mendukung inovasi melalui pengembangan fasilitas penelitian dan pengembangan (R&D)," jela Royce.

Rencana jangka panjang tersebut mencakup penambahan lini produksi serta fokus pada produk-produk berbasis kecerdasan buatan (AI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan sektor teknologi lokal serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, mengapresiasi Dahua Technology Indonesia dan Yifang Group atas investasinya dalam pembangunan fasilitas produksi CCTV di dalam negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut