Mengawal Pengembangan Talenta Digital
- Pixabay
"Kami fokus pada pengembangan teknologi seperti AI dan big data, dengan inisiatif seperti Sahabat AI bersama GoTo, AI Merdeka dengan NVidia, dan Banking AI untuk digitalisasi perbankan," tegasnya.
Sementara Direktur Solusi dan Pemasaran Lintasarta, Zulfi Hadi, mengaku mengembangkan infrastruktur strategis seperti fiber optik, data center, GPU cloud, dan keamanan siber.
"Kami menghubungkan lebih dari 80 persen kabupaten di Indonesia dengan infrastruktur modern untuk mendukung percepatan ekonomi digital," ungkap dia.
Tak hanya infrastruktur, Lintasarta juga fokus pada pengembangan talenta digital. Program Laskar AI yang diluncurkan baru-baru ini memberikan pelatihan gratis bagi mahasiswa dan praktisi.
"Kita targetkan 500 peserta awal untuk digodok dengan kurikulum berbasis teknologi NVidia. Mereka akan menjadi motor akselerasi produktivitas nasional melalui implementasi AI," paparnya.
Pendiri IndoTelko, Doni Ismanto Darwin, mengungkapkan bahwa sektor ekonomi digital memiliki peran strategis dalam pencapaian visi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan.
Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan infrastruktur digital seperti 5G dan fiber optik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
"Sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat penting dalam mendorong transformasi digital yang akan berdampak pada kesejahteraan rakyat. Setiap Rupiah yang diinvestasikan dalam infrastruktur ICT/TIK dapat memberikan dampak besar terhadap PDB," kata Doni.