Mendagri Larang PNS Pakai DeepSeek

Deepseek.
Sumber :
  • South China Morning Post

Canberra, VIVA – Pemerintah Australia baru-baru ini mengeluarkan perintah untuk melarang penggunaan aplikasi kecerdasan buatan (AI) asal ChinaDeepSeek, bagi semua pegawai negeri sipil (PNS).

img_title China Siap Ambil Alih Keketuaan BRICS pada 2027

Larangan ini diberlakukan untuk mencegah risiko keamanan yang diyakini tidak dapat diterima. DeepSeek, yang diluncurkan bulan lalu, telah menggebrak dunia teknologi dengan model bahasa skala besar yang canggih, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan siber.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Australia menilai DeepSeek menimbulkan potensi ancaman keamanan negara, sehingga mereka mengambil langkah tegas untuk menghindari risiko yang mungkin ditimbulkan.

img_title Hampir 1 dari 5 Mobil Baru di Indonesia Berasal dari Merek China

DeepSeek diserang hacker.

Photo :
  • The Crypto Times

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Australia, Stephanie Foster, menyatakan setelah melakukan analisis ancaman maka diputuskan bahwa produk, aplikasi, dan layanan jaringan DeepSeek tidak dapat diterima karena potensi risikonya terhadap keamanan nasional.

img_title Pemerintah Yaman Serang Wilayah Dikuasai Houthi di Pesisir Barat Laut Merah

Setelah mempertimbangkan analisis ancaman dan risiko, saya telah menetapkan bahwa penggunaan produk, aplikasi, dan layanan jaringan DeepSeek menimbulkan risiko keamanan yang tidak dapat diterima oleh Pemerintah Australia,” kata Mendagri, seperti dikutip dari China Times, Rabu, 5 Februari 2025.

Sebagai bagian dari arahan ini, semua entitas federal non-korporat di Australia diwajibkan untuk mengidentifikasi dan menghapus aplikasi DeepSeek dari sistem dan perangkat seluler pemerintah paling lambat tanggal 5.

Selain itu, sistem pemerintah dan perangkat seluler yang digunakan para PNS juga diminta untuk menghindari mengakses, menggunakan, atau menginstal produk DeepSeek di masa depan.

DeepSeek pertama kali menarik perhatian dunia teknologi bulan lalu ketika mengklaim bahwa chatbot barunya, R1, sebanding dengan kecerdasan buatan (AI) dari AS, namun dengan biaya yang jauh lebih murah.

Klaim ini menimbulkan kecemasan, mengingat kinerja tinggi DeepSeek dan harga murahnya, yang menimbulkan dugaan bahwa teknologi tersebut mungkin merupakan hasil rekayasa balik dari teknologi AI terkemuka di AS, seperti yang digunakan oleh ChatGPT.

Larangan penggunaan DeepSeek ini juga terkait dengan ketegangan yang lebih luas antara Australia dan China.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak 2018, hubungan kedua negara semakin tegang setelah Australia melarang perusahaan telekomunikasi China, Huawei, untuk berpartisipasi dalam jaringan 5G nasional karena masalah keamanan.

Ketegangan ini semakin memuncak dengan tindakan keras Australia terhadap pengaruh China di luar negeri dan seruan untuk penyelidikan terkait asal-usul pandemi Covid-19.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut