Indonesia dan Thailand Jadi Target Serangan
- Pixabay/Tigerlily
Jakarta, VIVA – Penjahat dunia maya memanfaatkan tautan phishing keuangan untuk menyusup ke ruang lingkup bisnis di Asia Tenggara. Hal ini ditunjukkan oleh data terbaru dari perusahaan keamanan siber Kaspersky.
Pada 2024, solusi keamanan bisnis Kaspersky berhasil memblokir lebih dari setengah juta upaya untuk mengklik tautan phishing keuangan (financial phishing) pada perangkat bisnis (perusahaan) di Asia Tenggara.
Phishing keuangan secara khusus menargetkan perbankan, sistem pembayaran, dan pengecer online.
Ini termasuk situs web palsu yang dirancang untuk meniru platform pembayaran tepercaya, yang bertujuan untuk menipu pengguna agar mengungkapkan informasi keuangan.
"Banyaknya upaya phishing keuangan yang kami deteksi pada perangkat bisnis di Asia Tenggara sangat mengkhawatirkan. Kawasan ini telah menjadi hotspot bagi penjahat dunia maya karena ekonomi digitalnya yang sedang berkembang pesat, yang diproyeksikan akan mencapai US$1 triliun pada 2030. Ini jelas bahwa penjahat dunia maya mengeksploitasi adopsi digital yang cepat di kawasan ini, dan perusahaan harus tetap waspada," kata Manajer Umum Kaspersky untuk Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong.
Pada Januari-Desember 2024, Kaspersky berhasil mencegat dan menggagalkan sebanyak 534.759 serangan phishing keuangan yang ditujukan pada bisnis di seluruh wilayah Asia Tenggara, mulai dari perusahaan kecil hingga besar.
Angka-angka ini adalah contoh saat pengguna mengklik tautan phishing keuangan yang disebarkan melalui berbagai platform—email, situs web palsu, aplikasi pengiriman pesan, hingga jejaring sosial.
Jumlah tertinggi upaya phishing keuangan yang menargetkan bisnis di wilayah Asia Tenggara terdeteksi di Thailand (247.560), diikuti oleh Indonesia (85.908), dan Malaysia (64.779).
Perusahaan-perusahaan di Vietnam menghadapi ancaman ini sebanyak 59.560 kali tahun lalu, sementara Singapura dan Filipina mencatat jumlah insiden paling sedikit dengan masing-masing hanya lebih dari 38 ribu upaya.
“Peningkatan AI membuka jalan bagi situs web palsu yang lebih meyakinkan. Pada saat yang sama, lanskap regulasi yang beragam di kawasan ini dan berbagai tingkat kematangan keamanan siber di antara bisnis menjadikannya target yang menarik untuk serangan bermotif uang. Sekarang lebih dari sebelumnya, sangat penting bagi bisnis di sini untuk memiliki alat yang tepat dan akses ke intelijen ancaman waktu nyata yang mereka butuhkan untuk tetap unggul dari ancaman ini,” tutur Yeo.