Siap-siap Menyambut Datangnya Bulan Berdarah

Fenomena Gerhana Bulan.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Jakarta, VIVA – Gerhana Bulan Total bakal menghiasi langit Bumi mulai Kamis malam, 13 Maret hingga Jumat dini hari, 14 Maret 2025.

img_title Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Waktu Melaksanakannya!

Peristiwa alam ini akan membuat Bulan tampak bermandikan darah, sehingga sering disebut sebagai ‘Blood Moon atau Bulan Berdarah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari IFL Science, fenomena itu terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga sebagian besar cahaya Matahari tidak mengenai Bulan.

img_title Durasi Gerhana Bulan Total 3 Maret di Indonesia: 5 Jam 41 Menit

Tidak seperti Gerhana Matahari yang berlangsung hanya beberapa menit, Gerhana Bulan dapat bertahan hingga satu jam lamanya.

Super Blue Blood Moon.

Photo :
  • NASA

img_title Gerhana Bulan Total 3 Maret, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf

Penyebab Bulan Berdarah

Warna merah darah yang terlihat saat gerhana Bulan total disebabkan oleh fenomena hamburan Rayleigh.

Cahaya biru Matahari yang melewati atmosfer Bumi akan mengalami hamburan atau tersebar. Sementara cahaya merah akan lebih dominan mencapai permukaan Bulan, sehingga membuatnya tampak berwarna merah darah.

NASA menjelaskan bahwa semakin banyak debu atau awan di atmosfer selama gerhana, maka penampakan Bulan akan semakin merah.

Hal ini terjadi karena atmosfer Bumi berfungsi seperti filter yang hanya membiarkan cahaya merah mencapai Bulan.

Wilayah yang Bisa Menyaksikan Gerhana Bulan Total atau Bulan Berdarah

Sayangnya, Gerhana Bulan Total pada 13-14 Maret 2025 tidak dapat disaksikan dari Indonesia. Seluruh fase gerhana hanya bisa diamati dari beberapa wilayah di dunia, yaitu:

  • Amerika Utara: Amerika Serikat, Alaska, Hawaii, Kanada, dan Meksiko.
  • Amerika Selatan: Brasil, Argentina, dan Chile.
  • Eropa: Spanyol, Prancis, dan Inggris.
  • Afrika: Afrika Barat, Tanjung Verde, Maroko, dan Senegal.
  • Oseania: Selandia Baru.

Sementara itu, Gerhana Bulan Sebagian juga dapat terlihat dari sebagian besar Asia, Australia, Afrika, seluruh Amerika Utara dan Selatan, serta beberapa wilayah di Samudra Pasifik, Atlantik, Arktik, dan Antartika.

Pengamat astronomi di Amerika Utara yang ingin menyaksikan gerhana total harus begadang karena puncak gerhana terjadi pada dini hari.

Fenomena Gerhana Bulan Super Blue Blood Moon.

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak seperti Gerhana Matahari yang memerlukan alat khusus untuk mengamatinya dengan aman, Gerhana Bulan Total bisa dinikmati dengan mata telanjang.

Namun, menggunakan teleskop atau teropong dapat meningkatkan pengalaman observasi dengan detail yang lebih jelas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut