Sampah Diubah Jadi Berkah

Ilustrasi sampah plastik.
Sumber :
  • VIVA/Syahdan Nurdin

Surabaya, VIVA – Kondisi pencemaran dan penanganan sampah di badan dan aliran sungai sendiri yang ada di kota-kota besar terus mendapat perhatian besar dari masyarakat.

img_title Pemerintah Targetkan Pengelolaan Sampah 100% pada Akhir 2029

Bentuk kewenangan terkait pengelolaan sungai di Indonesia turut menjadi tantangan tersendiri khususnya dalam penanganan sampah yang ada di bantaran dan aliran sungai di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa situasi ditunjukkan dalam penanganan sampah sungai yang belum maksimal serta keberadaan bangunan liar yang ikut memicu sampah masuk ke aliran sungai, maupun kebocoran sampah sungai yang masih terus terjadi setiap hari.

img_title Sudah Tiga Hari Kebakaran TPSA Serang Belum Sepenuhnya Padam, Ini Kata Polda Banten

Kota Surabaya, Jawa Timur, akan menjadi lokasi gelombang pertama pelaksanaan proyek kemitraan Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam penanganan sampah plastik sungai untuk mencegah kebocoran di perairan laut Indonesia.

Melalui kemitraan antara lembaga internasional United Nations Development Programme (UNDP) di Indonesia dan Clean Rivers Ltd., yang berbasis di Abu Dhabi, pelaksanaan gelombang pertama proyek penanganan sampah plastik di sungai akan dimulai di Kali Tebu, Surabaya.

img_title Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Justru Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah

"Kemitraan yang dilakukan di Surabaya ini adalah bentuk komitmen kami, dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah UEA, agar bersama-sama Pemerintah Kota Surabaya dapat melakukan transformasi penanganan sampah di sungai yang mengedepankan kolaborasi lintas lembaga pemerintah serta peran aktif dari masyarakat," ungkap CEO Clean Rivers Ltd., Deborah Backus.

Ilustrasi Bank Sampah

Photo :
  • freepik.com/freepik

Ilustrasi Bank Sampah

Photo :

Ilustrasi Bank Sampah

Photo :
Sementara itu, Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Rofi Alhanif, memaparkan bahwa penanggulangan sampah di aliran Kali Tebu memang dibutuhkan untuk mencegah sampah masuk ke perairan laut.

“Dukungan program ini tentunya hanya satu dari berbagai upaya penanganan sampah yang kita kolaborasikan bersama, termasuk beberapa upaya lainnya seperti pendekatan sirkular ekonomi dan penanganan sampah yang turut dikelola oleh kelompok masyarakat,” jelas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Pemerintah Kota Surabaya, saat ini kapasitas penanganan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Benowo saat ini terbatas sebanyak 1.530 ton/hari.

Dengan timbulan sampah yang mencapai 1.810 ton/hari, kondisi ini meninggalkan hampir 300 ton sampah per hari di Kota Surabaya yang masih membutuhkan penanganan sampah melalui peran aktif seperti bank sampah, kelompok masyarakat, penanganan sampah organik, dan sebagainya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut