UEA Kembangkan Satelit AI, Data Bisa Diproses Real Time dari Orbit

Orbitworks, satelit AI yang dikembangkan Uni Emirat Arab (UEA)
Sumber :
  • Instagram/orbitworks_uae

VIVA – Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat transformasi digital di sektor antariksa dengan mengembangkan satelit berbasis kecerdasan buatan (AI), Altair yang diklaim mampu memproses data langsung di orbit. 

img_title Fisik Mini, Performa Mumpuni

Inovasi tersebut disampaikan oleh CEO Marlan Space, Hamdullah Mohib, selaku pengembang satelit, dalam ajang Make it in the Emirates 2026 di Dubai pada Selasa, 5 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Mohib, teknologi satelit berbasis AI menjadi langkah penting dalam mempercepat proses pengolahan data yang selama ini bergantung pada stasiun bumi. 

img_title Pesatnya Perkembangan AI dan Disrupsi Teknologi Jadi Tantangan Bagi Moral dan Kedamaian Global

Orbitworks, satelit AI yang dikembangkan Uni Emirat Arab (UEA)

Photo :
  • Instagram/orbitworks_uae

Dengan sistem baru ini, kata dia, analisis dapat dilakukan secara langsung di orbit tanpa perlu menunggu transmisi data ke darat.

img_title Pindah Tugas dari Tablet ke Laptop Tak Lagi Ribet

“Inovasi ini memungkinkan sistem merespons situasi jauh lebih cepat karena pemrosesan dilakukan langsung di satelit,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Selasa.

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah konstelasi satelit Altair. Berbeda dengan satelit konvensional yang hanya mengumpulkan data, Altair mampu mengolah informasi secara real time menggunakan AI sebelum dikirim ke pengguna.

Pendekatan ini dinilai menjadi bagian penting dalam ekosistem digital modern, terutama untuk kebutuhan pemantauan berbasis data. Dengan pemrosesan langsung di orbit, waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan insight dapat dipangkas secara signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mohib menjelaskan bahwa dalam sistem konvensional, proses analisis data satelit bisa memakan waktu berjam-jam karena harus melalui ground station. Sementara dengan integrasi AI, informasi penting dapat dihasilkan dan dikirim dalam waktu singkat.

Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan yang luas, mulai dari pemantauan bencana, pengawasan wilayah, hingga kebutuhan keamanan yang memerlukan respons cepat berbasis data.

Agora.

Indonesia Diproyeksikan Jadi Salah Satu Pasar Perangkat Pintar dengan Pertumbuhan yang Menjanjikan di Asia Tenggara

Pasar smart home Indonesia diproyeksikan meningkat dari US$1,81 miliar pada 2024 menjadi US$8,12 miliar pada 2030. Pertumbuhan ini juga tercermin pada pasar IoT.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut