AI Kini Tak Lagi Kerja Sendiri

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) selama ini lebih banyak digunakan sebagai asisten pribadi. Pengguna memberikan perintah melalui ruang obrolan, kemudian AI akan menjawab atau membantu menyelesaikan tugas secara individual.

img_title Rahasia di Balik Teknologi Cat Cepat Kering

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan peran AI mulai bergeser. Teknologi ini kini dirancang agar dapat berkolaborasi dengan banyak orang sekaligus dalam satu ruang kerja, sehingga proses diskusi dan penyelesaian tugas bisa dilakukan secara bersama-sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan tersebut ditunjukkan melalui peluncuran fitur Claude Tag hasil kolaborasi Salesforce dan Anthropic. Fitur ini memungkinkan AI Claude bergabung ke dalam grup percakapan di Slack, sehingga seluruh anggota tim dapat berinteraksi dengan AI yang sama tanpa harus memulai percakapan baru dari awal.

img_title Kolaborasi Perusahaan AI dan Platform Streaming Bakal Perkuat Konten hingga Ekosistem Digital

Dengan konsep tersebut, AI tidak lagi hanya menjadi alat bantu bagi satu pengguna. Seluruh anggota tim dapat melihat hasil pekerjaan Claude, melanjutkan percakapan, hingga memberikan instruksi tambahan sesuai kebutuhan proyek yang sedang dikerjakan.

Kemampuan lainnya adalah memahami konteks pembahasan di dalam grup. Claude dapat membaca riwayat percakapan yang telah diizinkan, sehingga pengguna tidak perlu berulang kali menjelaskan latar belakang sebuah pekerjaan setiap kali memberikan perintah baru.

img_title Era Bank Digital, Infrastruktur Internet Tak Bisa Lagi Kaku

Fitur tersebut juga dirancang agar AI dapat membantu mengelola pekerjaan yang lebih kompleks. Selain merangkum informasi dan memberikan masukan, Claude dapat membagi tugas menjadi beberapa tahapan, menjadwalkannya, lalu menjalankan proses tersebut secara mandiri sesuai instruksi yang diberikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, aspek keamanan data tetap menjadi perhatian. Menurut Executive Vice President and General Manager Slack, Rob Seaman, perusahaan memiliki kendali penuh terhadap akses AI melalui pengaturan administrator sehingga Claude hanya dapat mengakses grup yang telah diberi izin.

"Memasukkan Claude ke Slack membuat AI bisa kerja bareng-bareng di dalam grup chat, bukan cuma ngobrol berdua secara rahasia. Karena ikut menyimak obrolan tim, maka Claude jadi tahu masalah yang sebenarnya di kantor dan bisa bikin semua orang kerja lebih pintar," ujarnya, dikutip Senin 6 Juli 2026.

Ilustrasi merakit PC gaming.

Siap-siap Kaget, Harga Komputer dan Laptop Melonjak Tajam akibat 'RAMageddon'

Biang kerok di balik fenomena yang dijuluki para pakar sebagai 'RAMageddon'—alias kelangkaan parah pada komponen memori (RAM), (SSD/HDD), hingga kartu grafis adalah AI.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut