iPhone Duo, Taruhan Besar John Ternus
- REUTERS/Carlos Barria
VIVA - Apple resmi masuk ke pasar ponsel lipat lewat iPhone Duo. Langkah berani ini juga menjadi panggung pertama sekaligus pertaruhan besar bagi John Ternus yang baru saja menggantikan Tim Cook sebagai CEO Apple pada 1 September 2026.
iPhone Duo, menjadi perangkat termahal yang pernah dibuat Apple dibanderol dengan harga mulai US$1.999 (Rp35,2 juta). Kehadiran iPhone Duo juga menandai perubahan desain terbesar Apple sejak iPhone pertama meluncur pada 2007.
Seperti dikutip dari BBC, Apple memang terbilang terlambat masuk ke segmen ponsel lipat. Samsung, Huawei dan Oppo sudah lebih dulu bermain di pasar ini.
Namun, John Ternus yakin pendekatan Apple menawarkan pengalaman berbeda. Menurutnya, sejumlah ponsel lipat saat ini masih terasa seperti dua ponsel yang disatukan.
iPhone Duo dirancang agar tetap terasa seperti iPhone biasa, tetapi bisa dibuka menjadi perangkat dengan layar lebih besar, menyerupai iPad Mini.
Pengembangan perangkat ini disebut memakan waktu hingga delapan tahun. Harganya pun cukup tinggi. Di Amerika Serikat (AS), banderolnya mulai Rp35,2 juta dan bisa mencapai US$3.199 (Rp56,4 juta), tergantung konfigurasi.
Tantangannya bukan cuma harga. Pasar ponsel lipat sendiri masih relatif kecil, hanya sekitar 2 persen dari total penjualan smartphone.
Bahkan, dengan kehadiran Apple, pangsanya diperkirakan hanya naik menjadi sekitar 4 persen dalam satu dekade mendatang.
Analis juga mengingatkan iPhone Duo bisa saja bernasib seperti Vision Pro, produk premium Apple yang belum menemukan pasar luas. Namun, ada peluang lain: perangkat ini bisa menjadi kategori baru yang perlahan berkembang, seperti Apple Watch.
iPhone Duo meluncur bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max. Bukan itu saja. Apple turut memperkenalkan pembaruan Siri AI.
Asisten virtual ini kini mampu mencari informasi langsung dari pesan dan email pengguna untuk menyelesaikan berbagai tugas.
John Ternus menekankan bahwa seluruh pemrosesan data pribadi dilakukan di dalam perangkat (on-device) atau melalui sistem cloud khusus. Ia menegaskan, pihak luar maupun Apple tidak bisa mengakses data pengguna tersebut.
"Langkah ini mempertegas arah baru Apple, yakni memadukan inovasi desain keras dengan keamanan privasi berbasis kecerdasan buatan (AI)," jelas dia.