Pengguna Internet Lebih Takut Pencurian Identitas Digital
Selasa, 1 September 2015 - 11:01 WIB
Sumber :
- allpinoynews
VIVA.co.id
- Kaspersky Lab dan B2B International melakukan survei mengenai ancaman di internet. Hasilnya, pencurian rekening online menjadi kekhawatiran terbesar bagi pengguna.
Elena Kharchenko, Head of Consumer Product Management, Kaspersky Lab, mengatakan, orang-orang merasa khawatir tentang keamanan rekening online mereka. Meskipun pada kenyataannya, hanya beberapa dari mereka yang berpikir bahwa mereka akan menjadi sasaran serangan cyber.
"Dan di situlah mereka salah. Penyerang sering mengandalkan unsur kejutan, tepat ketika pengguna tidak mengharapkannya. Itu sebabnya, Kaspersky Lab menganjurkan pengguna internet untuk memperluas pengetahuan mereka tentang ancaman internet saat ini agar waspada dan memastikan solusi keamanan mereka prima dan siap," ujar Kharchenko pada keterangan resminya, Selasa, 1 September 2015.
Kharchenko menjelaskan, peretasan rekening dan malware yang dirancang untuk mencuri kata sandi serta informasi rahasia merupakan kekhawatiran terbesar pertama oleh pengguna internet. Kedua sektor itu berkontribusi menyumbang rasa takut kepada pengguna yakni sebesar 68 persen.
Â
Kemudian, ancaman keuangan berada di posisi ketiga dengan menyumbang 63 persen rasa ketakutan bagi pengguna. Kharchenko mengungkapkan, pengguna merasa khawatir tentang kemungkinan kehilangan uang dari rekening, diikuti oleh phishing email dan website, bentuk lain ancaman yang juga menargetkan kredensial rekening, di posisi keempat.
Kharchenko menuturkan bahwa ancaman yang dirancang untuk mencuri info penting juga merupakan jenis ancaman yang sudah dikenali dengan baik oleh pengguna internet. Persentasenya sebanyak 86 persen. Mereka, kata dia, menyadari adanya peretasan rekening, phishing dan malware yang dapat mencuri password.
"Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa ancaman online yang paling dikenal dan mengkhawatirkan para pengguna adalah pencurian identitas digital mereka," ucapnya.
Sementara itu, ancaman yang paling kecil kepada pengguna internet ini adalah serangan DDoS dan aksi spionase global. Kemungkinannya, karena jenis serangan cyber seperti ini lebih menargetkan perusahaan dan jarang mengancam pengguna biasa.
"Tidak mengherankan, serangan DDoS dan aksi spionase adalah ancaman yang bagi pengguna paling kurang dikenal dengan baik. Hanya sebanyak 29 persen dan 27 persen responden, masing-masing, belum pernah mendengar tentang serangan ini," imbuh dia.
Elena Kharchenko, Head of Consumer Product Management, Kaspersky Lab, mengatakan, orang-orang merasa khawatir tentang keamanan rekening online mereka. Meskipun pada kenyataannya, hanya beberapa dari mereka yang berpikir bahwa mereka akan menjadi sasaran serangan cyber.
"Dan di situlah mereka salah. Penyerang sering mengandalkan unsur kejutan, tepat ketika pengguna tidak mengharapkannya. Itu sebabnya, Kaspersky Lab menganjurkan pengguna internet untuk memperluas pengetahuan mereka tentang ancaman internet saat ini agar waspada dan memastikan solusi keamanan mereka prima dan siap," ujar Kharchenko pada keterangan resminya, Selasa, 1 September 2015.
Kharchenko menjelaskan, peretasan rekening dan malware yang dirancang untuk mencuri kata sandi serta informasi rahasia merupakan kekhawatiran terbesar pertama oleh pengguna internet. Kedua sektor itu berkontribusi menyumbang rasa takut kepada pengguna yakni sebesar 68 persen.
Â
Kemudian, ancaman keuangan berada di posisi ketiga dengan menyumbang 63 persen rasa ketakutan bagi pengguna. Kharchenko mengungkapkan, pengguna merasa khawatir tentang kemungkinan kehilangan uang dari rekening, diikuti oleh phishing email dan website, bentuk lain ancaman yang juga menargetkan kredensial rekening, di posisi keempat.
Kharchenko menuturkan bahwa ancaman yang dirancang untuk mencuri info penting juga merupakan jenis ancaman yang sudah dikenali dengan baik oleh pengguna internet. Persentasenya sebanyak 86 persen. Mereka, kata dia, menyadari adanya peretasan rekening, phishing dan malware yang dapat mencuri password.
"Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa ancaman online yang paling dikenal dan mengkhawatirkan para pengguna adalah pencurian identitas digital mereka," ucapnya.
Sementara itu, ancaman yang paling kecil kepada pengguna internet ini adalah serangan DDoS dan aksi spionase global. Kemungkinannya, karena jenis serangan cyber seperti ini lebih menargetkan perusahaan dan jarang mengancam pengguna biasa.
"Tidak mengherankan, serangan DDoS dan aksi spionase adalah ancaman yang bagi pengguna paling kurang dikenal dengan baik. Hanya sebanyak 29 persen dan 27 persen responden, masing-masing, belum pernah mendengar tentang serangan ini," imbuh dia.
Halaman Selanjutnya