Registrasi SIMCard Diharap Bisa Tekan Kriminalitas

Sim Card.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Penyempurnaan proses registrasti kartu telepon seluler (SIM Card) baru saja dilakukan oleh pemerintah. Dalam Peraturan Menteri Kominfo nomor 14 tahun 2017, kartu seluler wajib diregistrasi sesuai dengan nomor KTP dan Kartu Keluarga.

img_title Kejagung Jamin Tak Bakal Langgar Privasi Meski Bisa Akses Data Operator Telekomunikasi

Langkah ini rupanya disambut baik oleh banyak pihak terkait, terutama lembaga konsumen di Indonesia. Tulus Abadi Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), menganggap memang sudah seharusnya aturan ini disempurnakan dengan basis data yang kuat, yakni terhubung dengan identitas resmi pengguna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terlebih lagi banyak nomor prabayar yang sering disalahgunakan oleh oknum masyarakat untuk menjalankan tindak kriminal dan terorisme. YLKI berharap agar pemerintah dapat konsisten menjalankan registrasi prabaya ini. Sebab peraturan mengenai registrasi prabayar bukanlah aturan yang baru," ujar Tulus dalam keterangan resminya, Kamis, 12 Oktober 2017.

img_title Industri TI dan Telekomunikasi Indonesia Terancam Tarif Impor AS

Dikatakannya, registrasi pelanggan prabayar sudah lama dilakukan di negara lain. Hasilnya cukup sukses. Tulus pun berharap agar operator dan pemerintah dapat menjamin keamanan data pelanggan telpon selular. 

"Sehingga penggunaannya dapat diawasi secara ketat. Jangan sampai data pelanggan disalahgunakan. Ini juga sudah terhubung dengan data di Dukcapil maka langkah registrasi bisa dijadikan salah satu instrument pengendalian penyalahgunaan nomor prabayar yang selama ini kerap digunakan sebagai alat kriminalitas," katanya.

img_title 3 Frekuensi akan Dilelang

Selain mencegah penyalahgunaan, fungsi registrasi prabayar menurut Dr.Ir. Mohammad Ridwan Effendi MA.Sc. K, yang merupakan Seketaris Jenderal Pusat Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi, bisa menciptakan industri telekomunikasi menjadi lebih positif dan kompetisi yang lebih sehat di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, tepat 31 Oktober nanti seluruh pelanggan telpon selular baik itu pelanggan lama maupun pelanggan baru wajib mendaftarkan nomor yang dimiliki. Registrasinya nanti juga akan dihubungkan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor kartu keluarga (KK). Ini merupakan penyempurnaan aturan yang telah dibuat Kominfo pada tahun 2005 yang lalu. 

Dalam penjelasannya, Menkominfo Rudiantara mengatakan tujuan dari aturan ini adalah untuk meminimalisir penyalahgunaan nomor pelanggan prabayar yang selama ini banyak dipergunakan untuk penipuan dan penyebaran konten negatif atau hate speech.

Dinas Rahasia AS menyita perangkat telekomunikasi dekat perhelatan Sidang Umum

Dinas Rahasia AS Gagalkan Upaya Sabotase Jaringan Telekomunikasi New York saat Sidang Umum PBB

Dinas Rahasia AS mengungkap lebih dari 300 server SIM dan 100.000 kartu SIM ditemukan, dapat digunakan untuk melumpuhkan perangkat telekomunikasi di New York City

img_title
VIVA.co.id
24 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut