Rahasia Sukses Beternak Sapi dari Belanda

Ilustrasi sapi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA – Mendengar kata kandang sapi, yang terlintas di pikiran adalah bau dan kotor. Namun ternyata, tak selamanya, kandang sapi itu demikian.

img_title Waduh! 1,6 Juta Anak di Indonesia Alami Alergi Susu Sapi

Seperti kandang milik bapak Yudhi Purwanto, seorang peternak sapi yang mengikuti program Farmer2Farmer (F2F) dan berhasil sukses meningkatkan kuantitas produksi susu sapi miliknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yudhi yang baru berusia 31 tahun kini semakin bahagia setelah mendapat ilmu dari peternak sapi perah asal Belanda yang berkunjung ke daerahnya beberapa tahun lalu.

img_title Sering Tak Disadari! Penyebab BB Seret pada Anak Bisa Jadi Karena Alergi Susu Sapi, Begini Penjelasannya

Kondisi kandang dan sapinya kini semakin hari semakin baik. Banyak ilmu yang diakuinya sangat berguna dan kini bahkan dia ikut menyebarkan pengetahuan yang didapatnya pada tetangga di daerah sekitar tempat tinggalnya Watulumbung, Lumbang, Pasuruan, Jawa Timur.

"Dulu meja makannya tinggi, enggak sependek ini. Kalau ini pendek kan posisi sapi kayak sedang diumbar (dilepas) di ladang terbuka," kata Yudhi sembari mempraktikkan posisi sapi yang menunduk saat makan seolah sedang di lapangan berumput, tempat alami sapi untuk mencari makan.

img_title Wamentan Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Impor Susu atau Sapi, Ini Strateginya

Konsumsi Susu Rendah : Perah Sapi

Tak hanya pengetahuan tentang tempat makan yang harus diperbaiki, bahkan Yudhi juga memberikan karpet pada kandang sapinya dengan tujuan agar sapi bisa menikmati waktu tidurnya dengan baik dan merasa lebih empuk.

"Dulu pakai kayu kan enggak rata, jadi tidur itu enggak enak, kalau sekarang, malam mereka bisa tidur enak, tempatnya rata ibaratnya orang tidur itu, dan mejanya rendah begini sapi jadi bisa tiduran sambil ngemil," lanjutnya. Begitupun dengan desain atap yang dibuat memiliki ruang di antara atap dan kayu di bawahnya yang dimaksudkan sebagai sirkulasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Iya ini diajarin orang Belanda, kan kalau kita saja tinggal di dalam ruang kamar terus bosan, sesak, sapi juga sama, kalau begini sirkulasi bagus buat sapi."

"Tempat air juga, dulu saya gotong air tiap hari untuk minum sapi, capek. Tapi sekarang sudah dibuat tempat yang airnya bisa isi sendiri," kata Yudhi yang kemudian memperlihatkan bagaimana setiap tempat minum sapi bisa otomatis terisi begitu tempat tersebut mulai berkurang airnya. Yudhi menggunakan bak pengisi otomotis, seperti bak air kamar mandi yang menggunakan pelampung sebagai indikator untuk mengisi air kembali dalam bak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut