Inspirasi Budidaya Paprika Lewat Program Ecofarming

Budidaya Paprika
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Lutfi Dwi Pujiastuti

VIVA – Paprika, atau Capsicum annuum L dikenal sebagai penghasil buah yang berasa manis dan sedikit pedas dari suku terong-terongan, atau Solanaceae. Buahnya yang berwarna hijau, kuning, merah, atau ungu, sering digunakan sebagai campuran salad.

img_title Viral Pasangan Petani Muda Ini Spill Penghasilannya Sebesar Rp420 Juta Satu kali Panen

Selain memiliki manfaat kesehatan, paprika khususnya yang berwarna merah, juga mengandung phytochemical dan beta-carotene yang merupakan antioksidan dan agen anti inflamasi yang baik. Capsaicin yang terdapat dalam paprika memiliki berbagai khasiat kesehatan. Misalnya menurunkan kolesterol jahat, mengontrol diabetes, meredakan nyeri, dan inflamasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya baik untuk kesehatan, dari segi ekonomi, paprika bisa juga dijual dengan harga tinggi. Karena salah satu alasan inilah, produsen air minum kemasan AQUA, PT Tirta Investama (Danoe Aqua) Cianjur, menggerakkan program corporate social responsibility bernama Ecofarming. Salah satu yang dibudidayakan dengan program ini, adalah paprika.

img_title 5 Makanan Ini Kaya Vitamin C untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Dalam program Ecofarming ini, kelompok petani di kawasan Kampung Tabrik, Desa Gekbrong Cianjur, diajak untuk belajar menanam paprika yang ramah lingkungan.

"Kami juga melakukan pendekatan integrated pengelolaan pertanian terpadu. Untuk daerah Tabrik yang dikembangkan adalah paprika," ujar Sustainable Development Senior Manajer AQUA, Arief Fatullah saat ditemui di Cianjur, 27 November 2017 lalu.

img_title Konsumsi Paprika dan Kiwi Turunkan Risiko Degenerasi Makula

Budidaya Paprika

Arief pun menilai, tanaman paprika diyakini mampu menunjang ekonomi masyarakt setempat untuk jangka panjang. Bahkan, sejak 2016 tanaman ini dibudidayakan, sudah mampu memberikan pendapatan bersih untuk petani antara Rp3-4 juta per bulan. Dan, untuk perkilogramnya, paprika merah bisa dijual dengan harga Rp30 ribu dari petani. Sementara itu, untuk paprika hijau, bisa dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogramnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertimbangan kenapa paprika yang dibudidaya karena value dari produknya. Jadi, yang dibudidayakan, jangan sampai dijual enggak ada hasilnya. Ini dipilih, karena bernilai ekonomi tinggi untuk masyarakat jangka panjang," terangnya lagi.

Tak hanya itu, kawasan Cianjur juga dinilai pas untuk dijadikan lahan penanaman paprika. Lewat program Ecofarming ini, awalnya produsen air minum kemasan ini memberikan penyertaan modal kepada kelompok petani setempat berupa enam green house pada lahan konservasi pada akhir 2015.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut