Cara Agar Tetap Tenang dan Semangat Meski Divonis Kanker

Ilustrasi kanker payudara.
Sumber :
  • Pixabay/pexels

VIVA – Kanker merupakan satu dari banyaknya penyakit mematikan yang menimpa masyarakat berbagai kalangan. Tak sedikit dari mereka yang tertimpa penyakit kanker, kemudian mengalami penurunan semangat untuk hidup.

img_title BPOM Terbitkan Izin Edar Untuk Dua Obat Terapi Kanker, Berapa Efikasinya?

Menurut psikolog keluarga, Nyi Mas Diane Wulan, S.Psi., untuk menjalani hidup dengan kanker, memang bukan hal yang mudah. Namun demikian, bukan berarti hidup dengan penyakit kanker harus dijalani dengan patah semangat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk bisa tetap semangat menjalani hidup, pertama harus berada di tahapan menerima. Jangan meratapi dan terus motivasi diri sendiri terlebih dahulu," ujar Diane, kepada VIVA, saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

img_title Labu Siam dapat Mencegah Penyakit Kanker? Ini Dia Makanan Sehat yang Bisa Jadi Pertahanan Tubuh!

Diane menjelaskan, fase menerima penyakit ini menjadi kunci awal untuk menjalani hidup dengan tenang. Ditambah lagi bisa dijalani dengan melakukan hal-hal yang disukai sepanjang hidup untuk mencari kesibukan.

"Contoh Steve Jobs, dia divonis kanker, jeda antara divonis dan meninggalnya itu 8 tahun. Dia survive dengan melakukan apapun yang dia sukai dan mengembangkan dirinya," paparnya.

img_title Menguak Manfaat Ajaib Buah Manggis untuk Kesehatan Tubuh

Selanjutnya, pasien kanker bisa memiliki komitmen untuk terus menjalani hidup seperti biasa sambil menjalani serangkaian hal positif dan cenderung meningkatkan spiritualnya. Adapun dukungan lingkungan sekitar juga sangat diperlukan agar motivasi untuk hidup semakin kuat.

"Keluarga harus memberikan dukungan. Selain itu, kumpul dengan komunitas yang memiliki penderitaan yang sama agar bisa sama-sama menyemangati."

Vidi Aldiano

Kanker Menyebar Cepat, Vidi Aldiano Jalani Pengobatan Bolak-balik Indonesia Malaysia

Kini, Vidi tengah fokus ke proses pengobatannya. Pria berusia 35 tahun itu mengungkap, penyembuhannya saat ini menggunakan jenis obat baru yang memiliki efek lebih keras.

img_title
VIVA.co.id
13 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut