3 Mitos Tentang MSG, Ternyata Gak Bikin Lemot

Ilustrasi otak manusia.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Monosodium Glutamat atau MSG telah dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan, di antaranya obesitas, gangguan metabolisme dan toksisitas otak. Benarkah demikian?

img_title 8 dari 10 Anak Indonesia Kurang Asupan DHA, Ini yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Berikut beberapa perbandingan hasil penelitian terdahulu dengan saat ini mengenai efek kesehatan dari mengonsumsi MSG, dikutip VIVA dari laman Healthline.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Efek pada asupan energi

img_title Tak Ada Toleransi, Zulhas Tegaskan Petugas MBG Tak Bertanggung Jawab Bakal Dipecat

Bukti lama menyatakan dengan membuat makanan terasa lebih enak, MSG dapat mengganggu efek sinyal hormon leptin di otak. Leptin diketahui bertugas memberi tahu tubuh bahwa kamu sudah cukup makan. Pada gilirannya, konsumsi MSG dikatakan dapat meningkatkan asupan kalori.

Namun, data terkini bertentangan dengan hal itu. Beberapa penelitian telah menemukan, MSG justru dapat menekan nafsu makan. Studi lain juga mencatat, mengonsumsi makanan yang diperkaya MSG, membuat seseorang makan lebih sedikit kalori pada makanan berikutnya.

img_title Menhub Dudy Tegaskan Perpres Ojol Tak Ngatur Potongan Aplikator Layanan Angkutan Orang

2. Obesitas dan gangguan metabolisme

BAHAYA OBESITAS

Photo :
  • U-Report

MSG telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan metabolisme, terutama karena penelitian pada hewan yang menghubungkan zat aditif itu dengan resistensi insulin, kadar gula darah tinggi, dan diabetes.

Namun, penelitian sebelumnya telah menggunakan metode yang tidak tepat untuk menentukan konsumsi MSG, seperti suntikan daripada dosis oral. Hal ini dapat menyebabkan efek pada otak yang tidak terkait dengan asupan makanan.

Terlebih lagi, data yang ditemukan saat ini bertentangan. Misalnya, penelitian hewan yang lebih baru telah menemukan hubungan antara zat umami dan efek anti-obesitas. Sebaliknya, penelitian pada hewan dan manusia lainnya tidak menunjukkan efek pada berat badan.

3. Efek pada kesehatan otak

Glutamat memainkan banyak peran penting dalam fungsi otak. Sebagai permulaan, dia bertindak sebagai neurotransmitter, yaitu zat kimia yang merangsang sel-sel saraf untuk mengirimkan sinyal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa penelitian mengklaim bahwa MSG dapat menyebabkan toksisitas otak yang mengakibatkan kematian sel. Namun, glutamat dalam makanan kemungkinan hanya sedikit atau tidak berpengaruh pada otak, karena hampir tidak ada yang lolos dari usus ke dalam darah atau melintasi penghalang otak. 

Faktanya, hasil penelitian menunjukkan, setelah dicerna, MSG sepenuhnya dimetabolisme di usus. Dari sana, ia berfungsi sebagai sumber energi, diubah menjadi asam amino lain, atau digunakan dalam produksi berbagai senyawa bioaktif. Secara keseluruhan, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa MSG dapat mengubah kimia otak, jika dikonsumsi dalam jumlah normal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut