Kenali Sedini Mungkin Gangguan Prostat pada Pria
- U-Report
Prostatitis
Ilustrasi kanker prostat
- times of india
Prostatitis merupakan peradangan atau pembengkakan pada kelenjar prostat. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria yang berusia lebih muda, yaitu antara usia 30–50 tahun.
Prostatitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, yang bisa berasal dari infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual. Namun, pada beberapa kasus, penyebab prostatitis tidak dapat diketahui secara pasti.
Penyebab prostatitis dapat dikelompokkan berdasarkan jenisnya, yaitu:
- Prostatitis bakteri akut, yang diakibatkan oleh infeksi bakteri coli atau Nisseria gonorrhoeae
- Prostatitis bakteri kronis, yang disebabkan oleh penyebaran bakteri dari saluran kemih atau Infeksi Saluran Kemih (ISK).
- Chronic prostatitis/chronic pelvic pain syndrome (CP/CPPS), yang belum diketahui secara pasti penyebabnya
- Asymptomatic inflammatory prostatitis, yaitu kondisi ketika kelenjar prostat mengalami peradangan, namun tidak menimbulkan gejala apa pun
Gejala prostatitis bisa sangat bervariasi pada tiap orang. Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat muncul:
- Sulit serta muncul sensasi nyeri atau perih saat buang air kecil
- Terdapat darah saat buang air kecil
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
- Aliran urine yang lemah
- Rasa sakit ketika ejakulasi
- Air Mani Berdarah
- Disfungsi seksual atau kehilangan libido
Prostatitis dapat diobati dengan pemberian obat-obatan seperti antibiotik untuk membasmi kuman penyebab radang pada prostat, pemberian obat antinyeri, atau obat untuk melemaskan otot kandung kemih (alpha-blocker) yang juga digunakan untuk mengobati BPH.
Selain menggunakan obat, penderita prostatitis juga akan disarankan melakukan hal-hal yang membantu meredakan gejala prostatitis, seperti berendam air panas, menghindari minuman beralkohol dan rokok, serta membatasi konsumsi kafein.
Penyebab Gangguan Prostat
Warna urin penderita kanker prostat.
- U-Report
Penyakit satu ini bisa terjadi karena adanya kekurangan pada kelenjar prostat, hal ini mengakibatkan kandung kemih pada saluran kemih. Karena kondisi inilah yang bisa menyebabkan penebalan pada otot kandung kemih. Sehingga semakin lama pun dinding kandung kemih ini akan melemah. Hal ini bisa membuat kesulitan saat buang air kecil.
 Selain itu, perubahan testosteron menjadi dehidrostestosteron atau DHT pada sel prostat dapat memicu masuknya DHT pada inti sel prostat sehingga dapat menyebabkan inskripsi pada RNA. Hal ini dapat mempengaruhi pembentukan protein sehingga sel prostat pun bertambah banyak. Meskipun begitu penyebab pasti dari penyakit prostat ini belum benar-benar diketahui.