6 Manfaat Kayu Bajakah, Asal Kalimantan Tengah yang Kaya Khasiat
- Istimewa
3. Membantu pengobatan glioma dan kanker
Gejala kanker
- times of india
Kayu bajakah memiliki kandungan fitokimia berupa flavonoid dan saponin yang bersifat antikanker dan antioksidan. Kedua fitonutrien tersebut berfungsi menangkal paparan radikal bebas dan meningkatkan fungsi enzim yang menetralisasi racun.
Hasil penelitian dalam The Journal of Food and Medical Plants (2020) menunjukkan potensi efektivitas ekstrak tanaman ini dalam pengobatan glioma (tumor otak) yang paling banyak dialami masyarakat dunia. Paparan radikal bebas juga diketahui sebagai salah satu penyebab timbulnya penyakit kanker.
4. Mengurangi edema
Ilustrasi tanda peradangan di tubuh.
- U-Report
Saat kulit mengalami peradangan, tak jarang hal tersebut menyebabkan kulit bengkak. Dalam penelitian yang dilakukan pada hewan, terjadi perubahan yang signifikan pada kondisi pembengkakan (edema).
Kayu bajakah yang diekstrak dan disuntikkan pada hewan uji yang mengalami edema menunjukkan berkurangnya diameter bentuk edema. Artinya, bengkak berkurang karena sifat anti-inflamasi untuk mencegah atau mengatasi edema.
5. Mempercepat penyembuhan luka
Ilustrasi luka
- pixabay
Kayu bajakah diduga dapat mempercepat penyembuhan luka dan menghentikan perdarahan pada luka. Senyawa saponin dan tanin yang terkandung dalam kayu bajakah diduga dapat merangsang pembentukan pembuluh darah baru pada luka, yang mendukung proses penyembuhan luka.
6. Mengobati infeksi jamur
Jamur kuku
- Times of India
Selain manfaat kayu bajakah di atas, tanaman ini juga memiliki potensi mengobati infeksi jamur. Dalam Asian Journal of Health Research (2022), disebutkan bahwa tumbuhan ini memiliki kandungan flavonoid yang berpotensi melawan jamur Candida albicans.
Jenis jamur ini biasanya menyebabkan kandidiasis atau infeksi yang biasanya menyerang bagian kulit, mulut, dan alat kelamin. Dalam batas wajar, jamur ini tidak berbahaya. Namun bila berkembang biak dengan cepat, jamur ini dapat menyebabkan ISK, keputihan parah, dan candidemia.