Ketahui Manfaat dan Efek Samping Terapi Bekam
Selasa, 9 Agustus 2016 - 14:54 WIB
Sumber :
- Instagram nataliecoughlin
Bekam memiliki dua macam prosedur, yaitu bekam kering (hanya disedot dengan mangkuk kaca) dan bekam basah (kombinasi antara penyedotan dan mengontrol jalur darah untuk pengobatan). Para pengobat tradisional percaya bahwa bekam basah dapat membantu mengeluarkan zat berbahaya dan racun dalam tubuh untuk menyebuhkan.
British Cupping Society mengatakan bahwa terapi bekam dapat digunakan dalam kondisi tertentu untuk mengatasi beberapa penyakit seperti anemia, hemophilia. Lalu penyakit Rematik seperti arthritis dan fibromyalgia. Bekam juga dipercaya mampu meningkatkan kesuburan, juga masalah kulit seperti eksim dan jerawat. Tekanan darah tinggi atau hipertensi, migrain, cemas dan depresi, masalah saluran pernapasan seperti alergi, asma, juga varises dapat diatasi pula dengan bekam. Bekam juga dipercaya dapat meredakan sakit dan inflamasi pada tubuh. Selain itu, bekam juga membantu meringankan mental psikis relaksasi.
Efek samping bekam
Meski relatif aman dilakukan, namun bekam memiliki efek samping jika tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional.
1. Tidak nyamanan
2. Merasa terbakar
3. Memar
4. Infeksi kulit
Berdasarkan British Cupping Society, terapi bekam tidak boleh dilakukan oleh;
1. Ibu hamil atau wanita yang sedang menstruasi
2. Penderita kanker metastatic (kanker yang menyebar dari satu tubuh ke bagian lain)
3. penderita kontraksi otot
Satu hal yang meresahkan adalah bahwa banyak pasien yang melewatkan pengobatan medis. American Cancer Society mengungkapkan bahwa akan berbahaya jika penderita kanker menjalani terapi ini tanpa pengawasan dan bahkan mengabaikan pengobatan medis yang seharusnya ia lakukan, ini bisa fatal.
Benarkah Bekam Baik untuk Tubuh
Pengobatan tradisional ini masih kontroversi.
VIVA.co.id
31 Maret 2018